Monday, September 10, 2012

PENCEGAHAN KERUSAKAN pada PENGGUNAAN BAHAN PROSES

Pencegahan Kerusakan pada Penggunaan Bahan Proses

Di bagian proses produksi, bahan proses hanya boleh disediakan dalam jumlah minimum. Bagian proses produksi adalah tempat yang paling tidak cocok digunakan sebagai gudang. Bahan berbahaya dalam jumlah besar harus disimpan di tempat terbuka atau dalam gudang-gudang yang dibuat secara khusus dengan aman.

Pencegahan kerusakan akibat :
1)      Bahan yang dapat terurai.
2)      Bahan yang dapat bereaksi dengan bahan lain secara cepat.
3)      Bahan yang mudah terbakar.
4)      Bahan yang membahayakan kesehatan.


Bahan yang Dapat Terurai.

Oleh karena bahan ini dapat terurai sendiri secara cepat atau terurai karena pengaruh oksigen, suhu tinggi, benturan, tekanan, atau katalis, maka penyebab-penyebab ini harus sejauh mungkin.

Yang harus diperhatikan :

1)      Pemanasan dan efek pengadukan harus disesuaikan sedemikian rupa, agar tidak terjadi penguraian akibat pemanasan berlebih pada dinding bejana.
2)      Agar temperature yang terlalu tingii pada reaksi kimia yang berbahaya (seperti pembuatan nitro, dinitro, atau bahan peledak) dapat dihindarkan, peralatan harus dilengkapi dengan alat pengaman pegumpanan, alat pengaman terhadap kenaikan temperature yang terlalu tinggi dan dengan alat pendingin darurat. Bila mungkin juga dilengkapi dengan peralatan yang dapat segera mengubah bahan berbahaya menjadi tidak berbahaya lagi.


Bahan yang Dapat Bereaksi dengan Bahan Lain secara Cepat.

Kemungkinan kontak antar bahan yang berbahaya harus dihindarkan. Hal ini berarti pemisahan  yang ketat antar bahan tersebut sewaktu persiapan dan juga pada waktu pembuangan limbah harus diperhatikan.

Pada penggunaan bahan-bahan yang bereaksi kuat dengan air, seperti logam alkali atau beberapa klorida asam, kontak dengan air atau kelembaban harus dihindarkan.

-Selalu simpan di tempat yang kedap udara atau dalam cairan yang sesuai dan tidak mengandung air.
-Saat bahan tersebut diumpamakan ke dalam reactor, tetesan air (misalnya kondensat dari saluran) tidak boleh masuk ke dalam reactor. Lantai harus kering. Bila bekerja di bawah instalasi pengembun dan pemercik, alat tersebut harus dimatikan. Bahan pemadam yang cocok seperti pasir atau debu pemadam harus tersedia di tempat.




Bahan yang Mudah Terbakar

-          Timbulnya uap yang dapat terbakar atau campuran uap/udara yang mudah meledak harus dihindarkan.
-          Cairan yang mudah terbakar hanya boleh dikeluarkan dengan bantuan gas inert.
-          Peralatan pada mesin-mesin, seperti reactor dan alat sentrifugasi, sedapat mungkin harus ditutup. Sebelum dimuati bahan yang sangat berbahaya peralatan dan mesin-mesin dibilas dulu dengan gas inert agar miskin oksigen.
-          Pemakaian nitrogen tidak dapat menjamin keselamatan bila bahan proses masuk melalui lubang yang terbuka.



Bahan yang Membahayakan Kesehatan.
Hal utama  yang harus diperhatikan pada penggunaan bahan beracun adalah kebersihan (alat, tempat dan kebersihan individu).

Untuk menghindari bahan yang membahayakan kesehatan harus memakai pakaian pelindung.
Pakaian pelindung sendiri yang luar dibuat dari bahan-bahan katun, wol, serat sintetis, dan asbes.
Pada musim yang paling panas sekalipun tidak diperkenankan bekerja dengan keadaan badan atas telanjang.

Pakaian Pelindung seperti :

Sepatu.

Sepatu harus massif (kuat) dan harus dapat melindungi kaki dari bahan kimia dan panas. Sepatu pengaman bertutup baja dapat melindungi kaki dari bahaya terjepit. Sepatu setengah tertutp atau sepatu bot dapat dipakai tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan.

Sarung Tangan, Krim Pelindung Kulit.

Untuk melindungi tangan dari pengaruh bahan kimia, juga mencegah sobek dan goresan, digunakan sarung tangan dari berbagai macam bahan seperti kulit, katun, karet, dan serat-serat sintetik dengan bentuk dan model yang berlainan.

Agar kulit juga terlindung dari bahaya meresapnya zat kimia digunakan krim kuli yang cocok.
Pada saat bekerja kulit harus dilapisi krim pelindung guna mencegah masuknya zat kimia tersebut.
Yang juga termasuk dalam upaya perlindungan kulit ialah mempertahankan kebersihan badan.

Kacamata Pelindung.

Karena mata merupakan anggota badan yang peka, maka upaya-upaya perlindungannya harus sangat diperhatikan.
Pada pabrik tertentu, kacamata pelindug ringan harus selal digunakan.
Pada pekerjaan yang cukup berbahaya seperti memindahkan dan menuang asam dan orang arus memakai kacamata pelindung yang tertutup rapat.

Helm Pelindung.

Di tempat reparasi atau perakitan, orang harus memakai helm pelindung juga merupakan pelindung tambahan bagi mata saat melakukan penyemprotan bahan proses.


Alat Pelindung Pernapasan.

Untuk mencegah terhisapnya gas beracun  atau masuknya debu ke dalam paru-paru dan lambung, alat pelindung pernapasan atau pelindung debu yang dapat digunakan adalah :
1)      Peralatan Filter Darurat.
2)      Masker Pelindung.
3)      Alat Pelindung debu.

Peralatan Filter Darurat.
Alat tersebu berupa filter pernaapasan yang dilengkaanpi dengan peralatan semacam moncong yang disekrup dan alat penjepit hidung.

Masker Pelindung terhadap gas.
Masker ini terbuat dari karet dan memiliki tempat sambungan berulir untuk filer standar, pentil untuk pernapasan, dan tali pengikat kepala yang dapat diubah panjangnya.

Alat Pelindung Debu.
-          Perlindungan terhadap debu kasar yang tidak beracun. Tersedia beberapa jenis masker ringan. Pemilihannya tergantung pada persyaratan yang diinginkan.
-          Perlindungan terhadap debu halus yang beracun. Masker debu dari karet yang dilengkapi denga filter dan pentil pernapasan.

Pencegahan Kerusakan Akibat Radiasi dan Kebisingan.

Radiasi
Perlindungan terhadap radio aktif hanya mungkin dilakukan dengan cara pemayungan.

Kebisingan.
Untuk mengurangi kebisingandi sekeliling sumber kebisingan harus dipasang papan dari material yang kedap suara.

Pencegahan Kerugian Akibat Pengarh Mikroba.

Pekerja harus cukup istirahat. Berusaha sebersih mungkin juga upay perlindungan terhadap mkroba. Tagan tidak dibersihkan dengan bahan yang dapat melarutkan lemak tanpa segera di beri lemak lagi, karena kulit dapat menjadi retak-retak sehingga mikroba dapat masuk.


No comments:

Post a Comment