Pencegahan Kerusakan pada Penggunaan Bahan
Proses
Di bagian proses produksi, bahan proses
hanya boleh disediakan dalam jumlah minimum. Bagian proses produksi adalah
tempat yang paling tidak cocok digunakan sebagai gudang. Bahan berbahaya dalam
jumlah besar harus disimpan di tempat terbuka atau dalam gudang-gudang yang
dibuat secara khusus dengan aman.
Pencegahan kerusakan akibat :
1)
Bahan yang dapat terurai.
2)
Bahan yang dapat bereaksi
dengan bahan lain secara cepat.
3)
Bahan yang mudah terbakar.
4)
Bahan yang membahayakan
kesehatan.
Bahan yang Dapat Terurai.
Oleh karena bahan ini dapat terurai sendiri
secara cepat atau terurai karena pengaruh oksigen, suhu tinggi, benturan,
tekanan, atau katalis, maka penyebab-penyebab ini harus sejauh mungkin.
Yang harus diperhatikan :
1)
Pemanasan dan efek pengadukan
harus disesuaikan sedemikian rupa, agar tidak terjadi penguraian akibat
pemanasan berlebih pada dinding bejana.
2)
Agar temperature yang terlalu
tingii pada reaksi kimia yang berbahaya (seperti pembuatan nitro, dinitro, atau
bahan peledak) dapat dihindarkan, peralatan harus dilengkapi dengan alat
pengaman pegumpanan, alat pengaman terhadap kenaikan temperature yang terlalu
tinggi dan dengan alat pendingin darurat. Bila mungkin juga dilengkapi dengan
peralatan yang dapat segera mengubah bahan berbahaya menjadi tidak berbahaya
lagi.
Bahan yang Dapat Bereaksi dengan Bahan Lain
secara Cepat.
Kemungkinan kontak antar bahan yang
berbahaya harus dihindarkan. Hal ini berarti pemisahan yang ketat antar bahan tersebut sewaktu persiapan
dan juga pada waktu pembuangan limbah harus diperhatikan.
Pada penggunaan bahan-bahan yang bereaksi
kuat dengan air, seperti logam alkali atau beberapa klorida asam, kontak dengan
air atau kelembaban harus dihindarkan.
-Selalu simpan di tempat yang kedap udara
atau dalam cairan yang sesuai dan tidak mengandung air.
-Saat bahan tersebut diumpamakan ke dalam
reactor, tetesan air (misalnya kondensat dari saluran) tidak boleh masuk ke
dalam reactor. Lantai harus kering. Bila bekerja di bawah instalasi pengembun
dan pemercik, alat tersebut harus dimatikan. Bahan pemadam yang cocok seperti
pasir atau debu pemadam harus tersedia di tempat.
Bahan yang Mudah Terbakar
-
Timbulnya uap yang dapat
terbakar atau campuran uap/udara yang mudah meledak harus dihindarkan.
-
Cairan yang mudah terbakar
hanya boleh dikeluarkan dengan bantuan gas inert.
-
Peralatan pada mesin-mesin,
seperti reactor dan alat sentrifugasi, sedapat mungkin harus ditutup. Sebelum
dimuati bahan yang sangat berbahaya peralatan dan mesin-mesin dibilas dulu
dengan gas inert agar miskin oksigen.
-
Pemakaian nitrogen tidak dapat
menjamin keselamatan bila bahan proses masuk melalui lubang yang terbuka.
Bahan yang Membahayakan Kesehatan.
Hal utama
yang harus diperhatikan pada penggunaan bahan beracun adalah kebersihan
(alat, tempat dan kebersihan individu).
Untuk menghindari bahan yang membahayakan
kesehatan harus memakai pakaian pelindung.
Pakaian pelindung sendiri yang luar dibuat
dari bahan-bahan katun, wol, serat sintetis, dan asbes.
Pada musim yang paling panas sekalipun
tidak diperkenankan bekerja dengan keadaan badan atas telanjang.
Pakaian Pelindung seperti :
Sepatu.
Sepatu harus massif (kuat) dan harus dapat
melindungi kaki dari bahan kimia dan panas. Sepatu pengaman bertutup baja dapat
melindungi kaki dari bahaya terjepit. Sepatu setengah tertutp atau sepatu bot dapat
dipakai tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan.
Sarung Tangan, Krim Pelindung Kulit.
Untuk melindungi tangan dari pengaruh bahan
kimia, juga mencegah sobek dan goresan,
digunakan sarung tangan dari berbagai macam bahan seperti kulit, katun, karet,
dan serat-serat sintetik dengan bentuk dan model yang berlainan.
Agar kulit juga
terlindung dari bahaya meresapnya zat kimia digunakan krim kuli yang cocok.
Pada saat bekerja kulit
harus dilapisi krim pelindung guna mencegah masuknya zat kimia tersebut.
Yang juga termasuk dalam
upaya perlindungan kulit ialah mempertahankan kebersihan badan.
Kacamata Pelindung.
Karena mata merupakan
anggota badan yang peka, maka upaya-upaya perlindungannya harus sangat
diperhatikan.
Pada pabrik tertentu,
kacamata pelindug ringan harus selal digunakan.
Pada pekerjaan yang cukup
berbahaya seperti memindahkan dan menuang asam dan orang arus memakai kacamata
pelindung yang tertutup rapat.
Helm Pelindung.
Di tempat reparasi atau
perakitan, orang harus memakai helm pelindung juga merupakan pelindung tambahan
bagi mata saat melakukan penyemprotan bahan proses.
Alat Pelindung
Pernapasan.
Untuk mencegah
terhisapnya gas beracun atau masuknya
debu ke dalam paru-paru dan lambung, alat pelindung pernapasan atau pelindung
debu yang dapat digunakan adalah :
1) Peralatan Filter Darurat.
2) Masker Pelindung.
3) Alat Pelindung debu.
Peralatan Filter Darurat.
Alat tersebu berupa
filter pernaapasan yang dilengkaanpi dengan peralatan semacam moncong yang
disekrup dan alat penjepit hidung.
Masker Pelindung terhadap
gas.
Masker ini terbuat dari
karet dan memiliki tempat sambungan berulir untuk filer standar, pentil untuk
pernapasan, dan tali pengikat kepala yang dapat diubah panjangnya.
Alat Pelindung Debu.
-
Perlindungan
terhadap debu kasar yang tidak beracun. Tersedia beberapa jenis masker ringan.
Pemilihannya tergantung pada persyaratan yang diinginkan.
-
Perlindungan
terhadap debu halus yang beracun. Masker debu dari karet yang dilengkapi denga
filter dan pentil pernapasan.
Pencegahan Kerusakan
Akibat Radiasi dan Kebisingan.
Radiasi
Perlindungan terhadap radio
aktif hanya mungkin dilakukan dengan cara pemayungan.
Kebisingan.
Untuk mengurangi
kebisingandi sekeliling sumber kebisingan harus dipasang papan dari material
yang kedap suara.
Pencegahan Kerugian
Akibat Pengarh Mikroba.
Pekerja harus cukup
istirahat. Berusaha sebersih mungkin juga upay perlindungan terhadap mkroba.
Tagan tidak dibersihkan dengan bahan yang dapat melarutkan lemak tanpa segera
di beri lemak lagi, karena kulit dapat menjadi retak-retak sehingga mikroba
dapat masuk.
No comments:
Post a Comment