Thursday, September 30, 2021

PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN KEPUASAN PELANGGAN, TERHADAP NIAT BELI KONSUMEN MOBIL TOYOTA CALYA DI SURABAYA

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1              Penelitian Terdahulu

Sebagai bahan pertimbangan dalam mengadakan penelitian ini, penulis mengacu kepada penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yaitu

2.1.1        Kamalachandran Nirushan (2017)

Penelitian ini di lakukan oleh Kamalachandran Nirushan (2017) dari Trincomalee Campus, Eastern University, Sri Lanka berjudul The Impact of Price and Trust on Purchase Intention of Organic Food Products in Trincomalee District(Dampak Harga dan Kepercayaan Terhadap Niat Pembelian Produk Makanan Organik di Distrik Trincomalee). Penelitian ini mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli terhadap produk makanan organik di Distrik Trincomalee. Data dikumpulkan dari 352 pelanggan dengan kuesioner terstruktur. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi dengan menggunakan SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa harga memiliki korelasi terhadap niat beli produk makanan organik. Sementara kepercayaan berpengaruh positif terhadap niat beli produk makanan organik ini digambarkan pada gambar 2.1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga

Kepercayaan

Niat Beli

 

Sumber : Kamalachandran Nirushan (2017)

 

Gambar 2.1

 

KERANGKA PEMIKIRAN NIRUSHAN (2017)

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Sementara Perbedaan penelitian Jumlah ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah jumlah sampel penelitian terdahulu sebanyak 347 responden, sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan jumlah 100 responden, selain Lokasi penelitiaan terdahulu dilakukan di Sri Langka, sedangkan peneliti yang akan dilakukan di Surabaya

2.1.2        Waqas Mehmood, Owais Shafiq (2015)

Penelitian ini dilakukan oleh Waqas Mehmood, Owais Shafiq (2015) di Islamia University of Bahawalpur, Punjab, Pakistan dengan judul Impact of Customer Satisfaction, Service Quality, Brand Image on Purchase Intention (Dampak Kepuasan Pelanggan, Kualitas Layanan, Citra Merek terhadap Niat Pembelian)

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak kepuasan pelanggan dan kualitas layanan, citra merek pada niat beli konsumen. Variabel utama penelitian adalah niat beli, kepuasan pelanggan, citra merek, kualitas layanan.  Teknis analisis yang di gunakan adalah analisis regresi linier Hasil uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan SPSS. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa kepuasan pelanggan memiliki dampak langsung terhadap niat beli. Juga citra merek memiliki dampak yang positif terhadap niat beli  Kerangka pemikiran dari penelitian ini digambarkan pada

Citra merk

Kualitas layanan

Niat pembelian

Kepuasaan pelanggan

gambar 2.2

 

 

 

Sumber : Waqas Mehmood, Owais Shafiq (2015)

Gambar 2.2

KERANGKA PEMIKIRAN MEHMOOD, SHAFIQ(2015)

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Juga Teknik analisis data dimana penelitian ini menggunakan SPSS, sedangkan peneliti juga menggunakan SPSS, Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah  Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 120 responden, sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan jumlah 100 responden

2.1.3        Asma Saleemα, Abdul Ghafar, Muhammad Ibrahim, Muhammad Yousuf & Naveed Ahmed (2015)

Jurnal ini di tulis oleh Asma Saleemα, Abdul Ghafar, Muhammad Ibrahim, Muhammad Yousuf & Naveed Ahmed (2015) dalam Global Journal of Management and Business Research: E Marketing, Global Journals Inc. (USA) berjudul “Product Perceived Quality and Purchase Intention with Consumer Satisfaction”. (Persepsi Kualitas Produk dan Niat Beli dengan Kepuasan Konsumen) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dampak persepsi kualitas produk dan kepuasan pelanggan pada niat beli konsumen Teknis analisis yang digunakan adalah regresi linier dengan alat analisis SPSS.. Kerangka pemikiran penelitian ini digambarkan pada gambar 2.3

Persepsi Kualitas Produk

Kepuasan Pelanggan

 

Niat beli konsumen

 

 

 

 

 


Sumber : Saleemα et al (2015)

GAMBAR 2.3

KERANGKA PEMIKIRAN SALEEMΑ ET AL ( 2015 )

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah  Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. sementara Perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan terletak pada jumlah sempel, dimana penelitian terdahulu menggunakan 122 responden, sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan jumlah 100 responden

Tabel  2.1

PERBANDINGAN PENELITIAN SAAT INI DENGAN PENELITIAN TERDAHULU

Keterangan

Kamalachandran Nirushan (2017)

 

Waqas Mehmood, Owais Shafiq

(2015)

Asma Saleemα, Dkk (2015)

Hasyim Abidin

(2019)

Variabel Bebas

Harga dan Kepercayaan

Kepuasan Pelanggan, Kualitas Layanan,Citra Merek

Kualitas Produk dan Niat Pembelian

Harga, Kualitas Produk, Dan Kepuasan Pelanggan

Variabel Terikat

Niat Pembelian

Niat Pembelian

Kepuasan Konsumen

Niat Beli

Teknik analisis

Regresi Linier

Regrsi Linier

Regresi Linier

Regresi Linier

Alat Analisis

SPSS

SPSS

SPSS

SPSS

Instrumen Penelitian

Kuesioner

Kuesioner

Kuesioner

Kuesioner

Jumlah Responden

347 responden

120 respopnden

122  responden

100 responden

Pengukuran

Skala Likert

Skala Likert

Skala Likert

Skala Likert

Objek penelitian

Organic Food Products

Ponsel

Laptop Merek DELL

Toyota calya

Lokasi

Sri Lanka

Pakistan

Pakistan

Surabaya,Indonesia

Hasil

 

1. Harga  tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli

2.  Kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap minat beli

1. Kepuasan pelanggan memiliki dampak langsung pada niat beli

2. Citra merek memiliki dampak posotif pada niat pembelian

3. Kualitas layanan memiliki dampak positif  pada niat pembelian

1.  Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen

2.  Niat Pembelian berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen

 

2.2              Landasan Teori

Pada sub bab ini akan membahas teori yang mendasari dan mendukung penelitian :

2.2.1        Harga  

Menurut Nirushan (2017) niat pembelian konsumen di pengaruhi oleh Harga, Harga adalah faktor utama yang menentukan proses pemasaran suatu produk namun demikian penetapan harga merupakan pisau bermata dua. Penetapan harga yang tinggi di satu sisi akan memberikan opini positif terkait kualitas produk.namun disisi lain menghalangi konsumen untuk membeli produk. (Shaw et al 2007 Dalam Nirushan (2017))

2.2.2        Kualitas Produk

Kualitas produk juga menjadi faktor penentu konsumen untuk niat pembelian suatu barang, Kualitas produk merupakan kepemilikan fitur tertentu yang membedakan satu produk dengan produk lain dan fitur tersebut mampu meningkatkan kinerja produk tersebut (Dunk,2002 dalam Saleema ET AL (2015)).

2.2.3        Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan juga menjadi faktor niat pembelian suatu barang, Kepuasan didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan (Zeithaml et al, 2003. (dalam Shafiq (2015))

2.2.4        Niat Beli

niat beli dikatakan ketika konsumen menarik ke arah merek tertentu dikenal sebagai niat beli. Menurut Porter ia mengatakan bahwa kata-kata kombinasi untuk memilih dan lebih pada merek tertentu hanya karena niat beli. Konsumen dapat memilih merek tertentu dengan tidak hanya positioning tetapi unsur dan kualitas yang membayar bertujuan untuk mengeluarkan merek yang selanjutnya dedikasi membayar bagian tertentu untuk membeli (Porter, 1974 dalam (Shafiq 2015))

 

 

2.2.5        Pengaruh Harga terhadap niat beli

Menurut penelitian Wanninayake WMC B (2014) harga merupakan pendukung sebagai faktor utama dalam perilaku dan niat beli konsumen. Dalam penelitian yang dilakukan 57,5% dari orang orang yang telah dijadikan objek menolak untuk membayar tambahan harga untuk produk beras organic meskipun produk tersebut ramah lingkungan. Orang-orang dengan pendapatan yang lebih tinggi mungkin bersedia untuk membayar lebih dan membeli produk yang lebih organik. Menurut Kyriakopoulos dan Van Dijk (1997) dalam studi konsumen Belanda menemukan bahwa pendapatan yang lebih tinggi dipengaruhi secara positif membeli niat terhadap produk makanan organik. Mereka menyimpulkan bahwa ketersediaan anggaran cenderung meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli organic. Dari 2 penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa harga sangat berpengaruh terhadap niat beli konsumen. Semakin rendah harga yang ditawarkan maka niat beli konsumen akan semakin tinggi, dan sebaliknya semakin tinggi harga yang ditawarkan maka niat beli konsumen akan semakin rendah. Namun terdapat keaadaan dimana seseorang yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi tidak akan terlalu memntingkan sebuah harga, asal produk yang diterima memiliki kualitas yang baik.  

2.2.6        Pengaruh Kualitas Produk terhadap niat beli

Dalam penelitian Asma Saleeem dkk (2015) mengungkapkan bahwa produk yang berkualitas dirasakan langsung  mempengaruhi pelanggan untuk niat membeli. Pelanggan memiliki beberapa persepsi tentang kualitas produk sebelum memutuskan pergi untuk membeli suatu produk. Setelah membeli produk tersebut, dapat meningkatkan niat serta menguranginya. Jika produk memiliki kualitas yang tinggi, maka niat beli konsumen juga tinggi. Sehingga kedua hal tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.
 

2.2.7        Pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap niat beli

Kepuasan pelanggan dianggap konstruksi paling penting dalam pemasaran (Erevelles dan Leavitt) dalam penelitian Asma Saleeem dkk (2015). Kepuasan memainkan peran penting dalam pemasaran karena merupakan prediksi yang baik dari perilaku pembelian (McQuitty et al., 2000) dalam penelitian Asma Saleeem dkk (2015).

2.3              Kerangka Pemikiran

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian maka alur kualitas hubungan antara variabel terikat (niat beli) dan variabel bebas (citra merek, kesadaran merek, dan kepuasan pelanggan) yang akan diteliti, dapat

Harga

Kualitas Produk

Kepuasan Pelanggan

 

Niat Beli

H1

H2

digambarkan melalui suatu kerangka pemikiran seperti yang disajikan pada Gambar 2.4

 

 

 

 

 

 

GAMBAR 2.4

KERANGKA PEMIKIRAN

 

2.4              Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah, penelitian terdahulu, dan landasan teori, maka hipotesis yang diangkat pada penelitian ini adalah sebagai berikut ini:

H1 :      Harga berpengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen mobil Toyota Calya di Surabaya.

H2 :      Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen mobil Toyota Calya di Surabaya.

H3 :      Kepuasan Pelanggan berpengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen mobil Toyota Calya di Surabaya.

 

 

 

 

 

 


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1              Rancangan Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti akan menganalisis tentang pengaruh harga, kualitas produk, dan  kepuasan pelanggan terhadap niat beli konsumen mobil Toyota calya di Surabaya.

Penelitian ini menggunakan metode survey dengan membagikan kuesioner. Dalam penyusunan kuesioner ini, jawaban responden akan diukur menggunakan Skala Likert. Skala Likert adalah skala pengukuran dengan lima kategori respon yang berkisar antara “sangat setuju” hingga “sangat tidak setuju” yang mengharuskan responden menentukan derajat persetujuan atau ketidaksetujuan mereka terhadap masing-masing dari serangkaian pertanyaan mengenai objek.

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberikan sebuah pertanyaan-pertanyaan kepada para responden untuk dijawab. Serta merupakan teknik pengumpulan data yang lebih efisien untuk pengukuran variabel untuk para responden tersebut. Kuesioner sangat efektif digunakan jika jumlah para responden cukup besar dan tersebar diwilayah yang luas.

3.2              Batasan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menyadari adanya keterbatasan operasional dan sumbernya yang digunakan. Terdapat batasan dimana untuk proses dan hasilnya sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Batasan-batasan tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Variabel penelitian ini hanya berfokus pada pengaruh harga,  kualitas produk, dan kepuasan pelanggan sebagai variabel bebas, dan niat beli adalah variabel terikat.

2.      Sampel yang digunakan adalah responden yang ada di wilayah Surabaya yang pernah menggunakan dan akan menggunakan jasa mobil Calya.

3.3              Identifikasi Variabel

            Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yang akan di analisis yaitu variabel terikat dengan variabel bebas, antara lain:

A.    Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Niat Beli

B.     Variabel bebas dalam penelitian ini adalah:

1.        Harga produk

2.        Kualitas produk

3.        Kepuasan pelanggan

3.4              Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Definisi operasional variabel dan pengukuran variabel di penelitian ini

mempunyai hubungan sebab akibat agar penelitian ini tetap berjalan sesuai dengan tujuan dan tidak menyimpang dari apa yang telah dirancang.

3.4.1        Definisi Operasional

Definisi operasional variabel yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) yang mempunyai hubungan sebab akibat sebagai berikut :

a.    Variabel Bebas

1.      Harga

Merupakan sejumlah uang yang digunakan sebagai prioritas untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya.

Definisi harga menurut Kotler dan Armstrong (2015: 85) adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa. Variabel ini di ukur melalui beberapa faktor berikut:

a)      Keseuaian harga terhadap produk, yaitu sejauhmana produk memiliki kualitas yang cukup untuk mendapatkan barang yang akan dibeli baik untuk menjaga kepuasan konsumen sehingga tidak beralih ke produk lain.

b)      Potongan harga, artinya konsumen mendapatkan potongan biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli produk yang sifatnya tidak mengikat dan memberatkan penjual dan pembeli.

c)      Harga yang dipersepsikan, yaitu perkiraan konsumen saat mengetahui produk yang akan dibeli dan menyesuaikan dengan biaya yang dimilikinya untuk membeli.

2.      Kualitas Produk

Kualitas produk adalah ukuran seberapa lengkapnya produk, dan tahan lamanya produk tersebut dapat dipercayai produk tersebut ketetapannya, mudah dioperasikan dan memeliharanya serta atribut lain yang dinilai baik.

Kotler dan Armstrong (2015: 253) mendefinisikan kualitas produk sebagai berikut: “Kualitas produk adalah karakteristik dari suatu produk atau layanan yang bergantung pada kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau tersirat”.

Adapun indikator kualitas produk yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a.       Kinerja (Performance), merujuk pada karakter produk meliputi merek, atribut yang dapat diukur dari aspek-aspek kinerja dan didasari preferensi subyektif pelanggan.

b.      Keragaman Produk (features), diukur secara subjektif oleh masing-masing konsumen yang menunjukkan adanya perbedaan kualitas suatu produk atau jasa.

c.       Keandalan (reliability), Keandalan suatu produk menandakan tingkat kualitas sangat berarti tinggi bagi konsumen dalam memilih produk.

d.      Kesesuaian (conformance), diukur dari tingkat akurasi dan waktu penyelesaian termasuk juga perhitngan kesalahan yang terjadi, keterlambatan yang tidak dapat diantisipasi, dan beberapa kesalahan lain.

e.       Ketahanan atau daya tahan (durability), ukuran ketahan suatu produk meliputi segi teknis yang diperoleh seseorang sebelum mengalami penurunan kualitas, dan segi ekonomis suatu produk dilihat dari terjadi kerusakan dan keputusan untuk mengganti produk.

f.        Kemampuan Pelayanan (servicebility), disebut dengan kecepatan, kompetensi, kegunaan, kemudahaan produk yang dinilai secara subjektif oleh konsumen.

g.      Estetika (aesthetics), dilihat dari bagaimana suatu produk terdengar konsumen, bagaimana penampilan luar suatu produk, rasa, maupun bau sebagai penilaian dan refleksi yang dirasakan konsumen.

3.      Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan adalah perasaan konsumen setelah merasakan pengalaman dengan suatu barang atau jasa dengan membandingkan hasil yang dirasakan dengan harapan akan barang atau jasa tersebut.

Kepuasan konsumen menurut Kotler dan Keller (2016:153), adalah: “Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang dihasilkan dari membandingkan kinerja produk (atau hasil) yang dirasakan dengan harapan”.

            Kepuasan pelanggan sangat tergantung pada persepsi dan ekspektasi pelanggan, maka sebagai pemasok produk perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat empat elemen dalam kepuasan konsumen menurut Lupiyoadi (2011:182) yaitu sebagai berikut:

1. Kualitas Produk.

Pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.

2. Harga.

Produk dengan kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang tinggi pada pelanggan.

3. Kualitas Pelayanan

Pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan harapannya.

4. Faktor Emosional.

Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain kagum bila konsumen menggunakan produk merek tertentu.

b.   Variabel Terikat

1.      Niat Beli

Zarrad dan Debabi (2015) mendefinisikan niat sebagai faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku seseorang untuk melakukan sesuatu. Kotler dan Susanto Variabel ini di ukur menggunakan indikator sebagai berikut:

a)      Rekomendasi Merek, yaitu pengetahuan konsumen akan produk Asus berdasarkan rekomendasi.

b)      Keinginan Membeli Ulang, artinya niat konsumen untuk kembali membeli dan menggunakan produk Asus dari pengalaman sebelumnya.

3.4.2        Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini pengukuran variabel yang menggunakan kuesioner, yang bertujuan untuk mengetahui pendapat dari para responden yang telah mengisi kuisioner. Kriteria penilaian indikator ini pernyataan atau pertanyaan yang diberikan kepada para responden.

Kriteria penilaian indikator pernyataan yang diberikan kepada para responden seperti tabel 3.1 dibawah ini :

 

 

Tabel 3.1

KRITERIA PENILAIAN INDIKATOR

 

A

SANGAT SETUJU (SS)

5

B

SETUJU (S)

4

C

RATA-RATA (RR)

3

D

TIDAK SETUJU (TS)

2

E

SANGAT TIDAK SETUJU (STS)

1

 

3.5              Populasi, Sampel Dan Teknik Pengambilan Sampel

3.5.1        Populasi

Menurut Sugiyono (2017:80), definisi populasi adalah sebagai berikut: "Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya". Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli mobil Toyota Calya di Surabaya.

3.5.2        Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Menurut Sugiyono (2017:81), sampel adalah sebagai berikut : "Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu"

Menurut Sugiyono (2017:81) mengemukakan teknik sampling adalahsebagai berikut : "Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunkanan."

            Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini non-probability sampling, artinya tidak semua anggota masyarakat dapat dijadikan sebagai anggota sampel (Sugiyono, 2016: 167). Teknik ini dikombinasikan dengan metode purposive sampling, yaitu anggota sampel adalah anggota masyarakat yang dijadikan sampel harus memenuhi kriteria tertentu. Sehingga dapat disimpulkan menggunakan rumus:

N         = 50 + 8m

            = 50 + 8(3)

            = 50 + 24

            = 74

Keterangan:

N = ∑ 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙

m = Variabel Bebas

Dari perhitungan diatas maka ditentukan jumlah responden yang diambil pada penelitian ini minimal sebanyak 74 responden dan 30 responden diambil untuk menjaga validitas data atau alternatif data jika terjadi error sample. Karena  menurut  Sugiyono (2016) jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian adalah tergantung pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki. Sehingga total responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 104 responden.

Anggota populasi akan dipilih oleh peneliti, sehingga tidak ada populasi lain untuk menjadi sampel diluar pertimbangan peneliti. Dalam perencanaan pengambilan sampel pada penelitian ini akan diambil sebanyak 100 responden yang sesuai dengan kriteria.

Kriteria responden dalam penelitian ini adalah :

1.      Minimal Berusia 17 Tahun.

2.      Berdomisili di Surabaya.

 


2.6        Instrumen Penelitian

Tabel 3.2

                                           Desain Instrumen Penelitian                       

Variabel

Indikator

Pernyataan

No Item

Harga (X1)

Kotler dan Armstrong (2015 : 85)

1.    Kesesuain harga terhadap produk

Pelanggan mempertimbangkan harga produk terhadap kualitas yang dimiliki

H1

2.    Potongan harga

Potongan harga adalah hal yang penting bagi pelanggan

H2

3.    Harga yang dipersepsikan

Pelanggan menganggap harga suatu produk dapat menggambarkan kualitas produk

H3

Kualitas Produk (X2)

Kotler dan Armstrong (2015:253)

1.    Kinerja (Performance)

Produk yang dihasilkan mempunyai kinerja yang cukup baik.

KPr1

2.    Keragaman produk (Features)

Keragaman produk yang dihasilkan cukup banyak sehingga membuat pelanggan memiliki banyak pilihan

KPr2

3.    Keandalan (Reliability)

Produk yang dihasilkan dirasa sangat andal saat dipakai.

KPr3

4.    Kesesuaian (Conformance)

Kualitas produk sesuai dengan harga yang dihasilkan

KPr4

5.    Ketahanan atau daya tahan (Durability)

Produk memiliki daya tahan yang cukup baik dibandingkan pesaing

KPr5

6.    Kemampuan Pelayanan (Servicebility)

Produk memiliki daya guna yang cukup baik saat dipakai sehari-hari

KPr6

7.    Estetika (aesthetics)

Produk memiliki nilai keindahan yang baik bagi pelanggan

KPr7

Kepuasan Pelanggan (X3)

Lupiyoadi (2011:182)

1.    Kualitas Produk

Pelanggan merasa puas akan kualitas produk yang dihasilkan

Kpe1

2.    Harga

Pelanggan merasa puas akan harga yang ditawarkan

Kpe2

3.    Kualitas Pelayanan

Pelanggan merasa puas akan pelayanan yang baik dari para karyawan

Kpe3

4.    Faktor emosional

Pelanggan merasa bangga saat memakai produk yang dihasilkan disbanding produk lainnya

Kpe4

Niat Beli (Y)

Zarrad dan Debabi (2015)

1.    Rekomendasi merek

Pelanggan merekomendasikan merek yang dipakai kepada pelanggan lain

NB1

2.    Keinginan membeli ulang

Pelanggan meras puas dan memiliki niat untuk membeli produk lagi.

NB25

Sumber : Peneliti (2019)


2.7        Data dan Metode Pengumpulan Data

3.7.1    Data

            Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer. Menurut Sugiyono (2017: 137) mendefinisikan data primer adalah sebagai berikut: “Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data”.

Data dalam penelitian ini berjenis data primer. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu metode survei dan metode observasi.

1.7.2        Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner yang telah disebarkan kepada responden penelitian, selanjutnya setelah responden selesai mengisi kuesioner yang telah diberikan data akan dikumpulkan dan dilakukan pengolahan untuk data yang valid oleh peneliti.

2.8              Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

2.8.1        Uji Validitas

Suatu instrumen dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui suatu data dapat dipercaya kebenarannya sesuai dengan kenyataan. Sugiyono (2015:121) menyatakan bahwa: “Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.” Uji validitas yang dilakukan bertujuan untuk menguji item kuesioner yang valid dan tidak valid.

Dalam penelitian ini menggunakan jenis uji validitas isi yang menguji ketepatan isi instrumen yang sudah relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan pengukuran. Pembuktian Uji Validitas dilihat dari pengujiannya yang dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor individu masing-masing pernyataan dengan skor total dari variabel. Jika korelasi antara tiap variabel dengan total variabel secara keseluruhan lebih kecil dari taraf signifikansi  0,05 maka variabel tersebut dinyatakan valid.

3.8.2    Uji Reliabilitas

Uji reliablitas dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan alat pengukur yang sama. Sugiyono (2015:121) reliabilitas menyatakan bahwa: “Instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.”

2.9              Teknik Analisis Data

2.9.1        Analisis Data Deskriptif

Menurut Sugiyono (2004 : 169) analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau  menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

2.9.2        Uji Asumsi Klasik

3.9.2.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2011:160) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan variabel dependen keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas menggunakan Normal Probability Plot (P-P Plot). Ghozali (2011: 163) juga menjelaskan suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal, dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal.

3.9.2.2  Uji Heteroskedastisitas

Ghozali, (2011:139) menejelaskan, uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap maka disebut homoskedastisitas, jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas. Deteksi ada atau tidaknya heteroskedestisitas dapat dilihat dari ada atau tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedestisitas.

 

 

3.9.2.3 Uji Multikoliniearitas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Untuk mengetahui adanya multikolonieritas dapat dilihat dari nilai toleransinya dan lawannya atau variance inflation faktor (VIF). Jika VIF kurang dari 10 dan nilai toleransi lebih dari 0,1 maka regresi bebas dari multikolinieritas.

3.      Dasar pengambilan keputusan :

4.      Nilai tolerance > 0,10 tidak terjadi multikolinieritas

5.      Nilai tolerance < 0,10 terjadi multikolinieritas

6.      Nilai VIF < 10,00 tidak terjadi multikolinieritas

 

3.9.3        Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya. Jadi analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal 2 (Sugiyono 2017:275)

Penelitian ini, penulis menggunakan persamaan regresi linear berganda karena variabel bebas dalam penelitian lebih dari satu. Adapun persamaan regresi linear berganda menurut Sugiyono (2017:275) dapat dirumuskan sebagai berikut:

 𝑌 = α + 𝑏1 𝑋1 + 𝑏2 𝑋2 + 𝑏3 𝑋3 + 𝑏4 𝑋4 + 𝜀

Keterangan :

Y = Variabel Persistensi Laba

α = Konstanta

b1,b2,b3,b4 = Koefisien regresi variabel independen

X1 = Variabel Volatilitas Arus Kas

X2 = Variabel Volatilitas Penjualan

X3 = Variabel Ukuran Perusahaan

X4 = Variabel Leverage

e = Standar error

3.9.4        Pengujian Hipotesis

Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan suatu ha yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya.

Sugiyono (2017:87) mendefinisikan hipotesis statistik yaitu sebagai berikut: “Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga keputusan yang tegas, yaitu kalau Ho ditolak Ha diterima. Hipotesis statistik dinyatakan melalui simbol-simbol.” Rancangan pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui korelasi dari kedua variabel yang diteliti. Tahap–tahap dalam rancangan pengujian hipotesis ini dimulai dengan penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha), pemilihan tes statistik, perhitungan nilai statistik dan penetapan tingkat signifikan

3.9.4.1  Uji Parsial (Uji t)

Menurut Imam Ghozali (2011 : 98) uji t digunakan untuk melihat atau menguji apakah variabel independen secara parsial (individu) memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (b1) sama dengan nol, atau :

H0 :b1 = b2 = b3 = 0

Artinya, variabel tersebut merupakan penjelas yang tidak signifikan terhadap variabel dependen.

Hipotesis alternatifnya (HA) parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, atau:

HA : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0

Artinya, variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

Cara melakukan uji t adalah sebagai berikut:

  1. Bila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih, dan taraf signifikan α = 5% atau 0.05, maka H0 yang menyatakan b1 = 0 dapat ditolak bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut). Dengan kata lain menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.
  2. Membandingkan nilai statistik t dengan titik kritis menurut tabel. Apabila t hitung lebih besar daripada t tabel, berarti menerima hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.


    ALEX PEPSEGA INDRA PUTRA

No comments:

Post a Comment