SENYAWA FENOLIK
Senyawa fenolik meliputi aneka ragam senyawa yang
berasal dari tumbuhan yang mempunyai ciri sama, yaitu cincin aromatik yang
mengandung satu atau dua gugus OH3. Senyawa penolik di alam saangatr
luas, mempunyai pariasi srtukrur yang luas, mudah d temukan di semua tanaman,
daun, bunga dan buah.ribuan senyawa
penolik alam,telah diketahui struktrunya antara lain Flavonoid fenol monosiklik
sederhana, fenil fropanoaid,polifenol(lignin, melain, tannin), dan quoin
fenolik.
Banyak senyawa fenolik alami mengadung sekurang-kurabgnya
satu gugus hidroksil dan lebih banyak yang membentuk senyawa eter, ester, atau
glioksida dari pada senyawa bebesnya. Senyawa ester ,atau eter fenol tersebut
memiliki kelarutan yang lebih besar dalam air dari pada senyawa fenol dan
glioksidanya. Dalam keadaan murni, senyawa fenol berupa zat padat yang tidak
berwarna, tetapi jika teroksidasi akan berubah menjadi gelap. Kelarutan fenol
dalam air akan bertambah, jika gugus hidroksil makin banyak. Senyawa fenolik
memiliki aktivitas biologis yang beraneka ragam, dan banyak digunakan dalam
reaksi enzimatik oksidasi kopling sebagai substrat donor H. Reaksi oksidasi
kopling, selain membutuhkan suatu oksidator juga memerlukan adanya suatu
senyawa yang dapat mendonorkan H. Senyawa fenolik merupakan contoh ideal dari
senyawa yang mudah mendonorkan atom H.
a) Asam amino aromatik
Asan
amino aromatik ini meliputi
(a) fenilalanin,
yang merupakan suatu asam
amino penting dan banyak terdapat pada
makanan, biasa disingkat dengan Phe atau F,
yang bersama-sama dengan asam amino tirosin
(Tyr,
Y)
dan triptofan
(Trp,
W)
merupakan kelompok asam amino aromatik
yang memiliki cincin benzena.
Fenil alanin mempunyai gugus –R aromatic dan tidak dapat disintesis
dalam tubuh.
(b) Tirosin
merupakan satu dari 20 asam
amino penyusun protein.
Ia memiliki satu gugus fenol (fenil
dengan satu tambahan gugus hidroksil).
Bentuk yang umum adalah L-tirosina (S-tirosina), yang juga ditemukan
dalam tiga isomer struktur:
para, meta, dan orto. Pembentukan tirosina menggunakan bahan baku fenilalanina
oleh enzim
fenilalanin
hidroksilase. Enzim ini hanya
membuat para-tirosina. Dua isomer yang lain terbentuk apabila terjadi
"serangan" dari radikal
bebas pada kondisi oksidatif tinggi
(keadaan stress). Oksidasi tirosina menghasilkan monoiodotirosin (MIT) dan
di-iodotirosin (DIT). Kombinasi dari dua molekul
DIT menghasilkan hormon tiroksin
(T4), sedangkan kombinasi antara molekul DIT dan MIT melalui proses monodeiodinasi
menghasilkan hormon T3
Rumus kimia
C9H11NO3 tirosin memiliki peran kunci dalam
pengaktifan beberapa enzim
tertentu melalui proses fosforilasi (membentuk fosfotirosina).
(c) Triptofan merupakan satu
dari 20 asam
amino penyusun protein yang bersifat
esensial bagi manusia. Gugus fungsional yang dimiliki triptofan, tidak dimiliki asam-asam amino dasar lainnya.
Akibatnya, triptofan menjadi prekursor banyak senyawa biologis penting yang
tersusun dalam kerangka indol. Triptofan adalah prekursor melatonin
(hormon
perangsang tidur), serotonin
(suatu transmiter pada sistem
saraf) dan niasin
(suatu vitamin).
Triptofan tidak dapat diproduksi oleh tubuh, tetapi didapat sebagai nutrisi
asupan dari proses pencernaan dengan enzim proteolitik. Asam
amino ini banyak dikandung oleh cokelat,
oat, durian,
mangga,
dried dates, susu,
yogurt,
keju,
daging
merah, telur,
daging unggas,
wijen,
chickpeas, biji
bunga matahari,
biji labu,
spirulina, kacang.
Triptofan juga merupakan prekursor dari vitamin
B3
yang menginduksi sensasi relaks dan rasa kantuk. Rumus
kimia C11H12N2O2
b)
Indole Acetat Acid (
IAA )
Senyawa
ini terdapat cukup banyak di ujung koleoptil tanaman kea rah cahaya. Dua
mekanisme sintesis IAA yaitu pelepasan gugus amino dan gugus karboksil akhir
dari rantai triftopan. Enzim yang paling aktif untuk mengubah triptofan menjadi
IAA terdapat di jaringan muda seperti meristem tajuk, daun, serta buah yang
sedang tumbuh. Semua jaringan ini kandungan IAA nya paling tinggi karena
disintesis didaerah tersebut. IAA terdapat di akar pada konsentrasi yang hamper
sama dengan di bagian tumbuhan lainnya. IAA sangat sangat memacu pemanjangan
akar pada konsentrasi rendah. IAA adalah auksin endogen atau auksin yang
terdapat dalam tanaman. IAA berperan dalam aspek pertumbuhan dan perkembangan
tanaman yaitu pembesaran sel pada koleoptil atau batang
c) Asam
Shikimat dan Asam Transinamat
Asam shikimat dapat menggantikan asam amino
essential fenilalanin, tirosin, dan triptofan dalam auksotropik mutan
Escherichia coli hingga menjadi zat antara dalam serangkaian biosintesis.
Asam transinamat merupakan senyawa fenol yang
dihasilkan dari lintasan asam shikimat, dan reaksi berikutnya. Bahan dasarnya adalah
fenilalanin, dan tirosin. Turunannya berupa fitoaleksin, kumarin, lignin, dan
berbagai flavonoid senyawa yang sedikit larut dalam air.
.
d) Fenolik Sederhana
Golongan senyawa-senyawa yang
termasuk fenolik sederhana antara lain meliputi guaiakol, vanilli dan kresol. Umumnya radikal fenoksi yang terbentuk dari senyawa
golongan fenolik terhadap gugus
sederhana, mengalami pengkopelan pada posisi orto atau para terhadap gugus hidroksi
fenolat3. Posisi ini lebih disukai, karena tidak terlalu sterik sehingga
memudahkan radikal lain untuk berikatan pada posisi tersebut.
e) Fenil Propanoid
Fenil propanoid merupakan senyawa
fenol alam yang mempunyai cincin aromatik dengan rantai samping terdiri dari 3 atom karbon.
Golongan fenil propanoid yang paling tersebar luas adalah asam hidroksi
sinamat, yaitu suatu senyawa yang merupakan bangunan dasar lignin . Empat macam
asam hidroksi sinamat banyak terdapat dalam
tumbuhan. Keempat senyawa tersebut yaitu asam ferulat, sinapat, kafeat dan p-kumarat5. Radikal fenoksi dari senyawa ini umumnya mengalami
pengkopelan di posisi atom C8, membentuk struktur dengan jembatan 8-8
f) Lignan
Senyawa-senyawa golongan fenil propanoid
membentuk suatu senyawa dimer dengan struktur lignin. Senyawaan
lignan memiliki struktur dasar (struktur induk) yang terdiri dari 2 unit fenil
propanoid yang tergabung melalui ikatan tertentu. Ikatan khas ini digunakan
sebagai dasar penamaan lignan6. Penggabungan 2 unit fenil propanoid dapat pula
terjadi melalui ikatan selain membentuk
8-8, yang digolongkan ke dalam neolignan. Sedangkan jika 2 unit fenil propanoid
bergabung melalui atom O, senyawa yang terbentuk tergolong dalam
oxineolignan6. salah
satu zat komponen penyusun tumbuhan.
Komposisi bahan penyusun ini berbeda-beda bergantung jenisnya. Lignin terutama
terakumulasi pada batang
tumbuhan berbentuk pohon
dan semak.
Pada batang,
lignin berfungsi sebagai bahan pengikat komponen penyusun lainnya, sehingga
suatu pohon bisa berdiri tegak
|
|
|
|
Berbeda
dengan selulosa
yang terbentuk dari gugus karbohidrat,
struktur kimia lignin sangat kompleks dan tidak berpola sama. Gugus aromatik
ditemukan pada lignin, yang saling dihubungkan dengan rantai alifatik,
yang terdiri dari 2-3 karbon.
Proses pirolisis
lignin menghasilkan senyawa kimia aromatis
berupa fenol,
terutama kresolSenyawaan ini tersebar luas di dunia tumbuhan, dan banyak digunakan secara niaga sebagai antioksidan dan
sebagai komponen sinergistik dalam insektisida. Selain
itu, lignin merupakan komponen kimia yang aktif dalam tumbuhan obat tertentu7. Salah satu senyawa
golongan lignan, yaitu podophyllotoxin, diketahui dapat
menghambat tumor. Dalam pengobatan Cina,
lignan banyak dipakai untuk mengobati penyakit hepatitis dan pengobatan.
g) Asam Ferulat
Asam ferulat adalah turunan dari
golongan asam hidroksi sinamat, yang memiliki kelimpahan yang tinggi dalam dinding sel tanaman.
Hal ini memungkinkan untuk dapat memberikan keuntungan yang signifikan di
bidang kesehatan, karena senyawa asam ferulat memiliki aktivitas antikanker dan
antioksidan. Selain itu juga dapat
menjadi prekursor dalam pembuatan senyawa aromatik lain yang bermanfaat. Sebagai antioksidan, asam ferulat kemungkinan menetralkan
radikal bebas, seperti spesies oksigen
reaktif (ROS). ROS kemungkinan yang menyebabkan DNA rusak dan mempercepat penuaan. Dengan studi pada hewan dan studi in vitro, mengarahkan
bahwa asam ferulat kemungkinan memiliki
hubungan dengan aktivitas antitumor perlawanan kanker payudara dan kanker hati.
Asam ferulat memiliki kemungkinan sebagai pencegah kanker yang efektif, yang disebabkan oleh paparan
senyawa karsinogenik, sepertin benzopirene dan 4-nitroquinoline 1-oksida.
Namun perlu menjadi catatan, bahwa hal itu
tidak diuji coba kontrol random pada manusia, sehingga hasilnya kemungkinan pula tidak dapat dimanfaatkan
untuk manusia1. Jika ditambahkan pada asam askorbat dan vitamin E, asam
ferulat kemungkinan dapat mengurangi stress
oksidasi dan pembentukan dimer timidine dalam kulit1. Dengan pentosan
arabinoxilan dan hemiselulosa, sehingga dinding sel tidak mudah dihidrolisis secara
enzimatis selama proses perkecambahan. Asam ferulat banyak ditemukan dalam padi
(terutama beras merah), gandum, kopi, buah apel, nanas, jeruk dan kacang tanah.
Dalam perindustrian, asam ferulat
memiliki kelimpahan dan dapat dimanfaatkan sebagai prekursor dalam pembuatan vanilli,
agen perasa sintesis yang sering digunakan dalam ekstrak vanilla alami. Asam ferulat adalah senyawa fenolik yang dapat dihasilkan
salah satunya ialah dengan reaksi kondensasi
vanilli dengan asam malonat.
h) Etil Ferulat
Etil ferulat tergolong ke dalam
turunan senyawa asam hidroksi sinamat, yang merupakan turunan dari asam ferulat dalam bentuk
ester. Senyawa fenolik ini terdistribusi secara luas pada berbagai jenis
tanaman yang dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Senyawa tersebut terdapat
dalam tanaman, terutama pada benih padi dan gandum, tetapi dalam jumlah
kecil. Oleh karena itu, senyawa ini biasanya disintesis dari prekursor asam
ferulat7. Bentuk fisik etil ferulat berupa kristal berwarna putih dan memiliki
aktifitas sebagai antioksidan yang sangat baik dibandingkan asam bebasnya.
Etil ferulat digunakan sebagai bahan aktif dalam
pengobatan terapi untuk antihipertensi. Pada
tumbuhan, asam ferulat meningkatkan rigiditas dan kekuatan dinding sel tanaman,
melalui ikatan silang
i)
No comments:
Post a Comment