KALOR
1.1. Satuan
Kalor.
Satuan kalor adalah kalori dimana, 1 kalori adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur
1 gr air dari 14,5 C menjadi 15,5 C.
Dalam sistem British, 1
Btu (British Thermal Unit) adalah kalor untuk menaikkan temperatur 1 lb
air dari 63 F menjadi 64 F.
1
kal = 4,186 J = 3,968 x 10-3 Btu
1
J = 0,2389 kal = 9,478 x 10-4 Btu
1
Btu = 1055 J = 252,0 kal
1.2. Kesetaraan
Mekanik dari Kalor.
Dai konsep energi mekanik diperoleh bahwa bila gesekan
terjadi pada sistem mekanis, ada energi mekanis yang hilang. Dan dari
eksperimen diperoleh bahwa energi yang hilang tersebut berubah menjadi energi
termal.
Dari eksperimen yang dilakukan oleh Joule (aktif penelitian
pada tahun 1837-1847) diperoleh
kesetaraan mekanis dari kalor :
1
kal = 4,186 joule
3. KAPASITAS
KALOR dan KALOR JENIS
Kapasitas kalor (C) : jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur dari suatu
sampel bahan sebesar 1 Co.
DQ = C DT
Kapasitas panas dari beberapa benda sebanding dengan
massanya, maka lebih mudah bila didefinisikan kalor jenis, c :
Kalor jenis, c : jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur
dari 1 gr massa bahan sebesar 1 Co.
DQ = m c DT
T2
Bila
harga c tidak konstan : Q = ò
m c dT
T1
Catatan : untuk gas kalor jenis biasanya dinyatakan untuk
satu mol bahan, dsb kalor jenis molar,
DQ = n c DT
Kalor jenis beberapa bahan pada 25 C.
|
Bahan
|
c
(kal/gr. Co)
|
Bahan
|
c
(kal/gr. Co)
|
|
Aluminium
|
0,215
|
Kuningan
|
0,092
|
|
Tembaga
|
0,0924
|
Kayu
|
0,41
|
|
Emas
|
0,0308
|
Glas
|
0,200
|
|
Besi
|
0,107
|
Es (-5
C)
|
0,50
|
|
Timbal
|
0,0305
|
Alkohol
|
0,58
|
|
Perak
|
0,056
|
Air
Raksa
|
0,033
|
|
Silikon
|
0,056
|
Air (15
C)
|
1,00
|
3. KALOR LATEN
Suatu bahan biasanya mengalami perubahan temperatur bila
terjadi perpindahan kalor antara bahan dengan lingkungannya. Pada suatu situasi
tertentu, aliran kalor ini tidak merubah temperaturnya. Hal ini terjadi bila
bahan mengalami perubahan fasa. Misalnya padat menjadi cair (mencair), cair
menjadi uap (mendidih) dan perubahan struktur kristal (zat padat). Energi yang
diperlukan disebut kalor transformasi.
Kalor yang diperlukan untuk merubah fasa dari bahan
bermassa m adalah
Q
= m L
dimana L adalah kalor laten.
4. PERPINDAHAN
KALOR
Bila dua benda atau lebih terjadi kontak termal maka akan
terjadi aliran kalor dari benda yang bertemperatur lebih tinggi ke benda yang
bertemperatur lebih rendah, hingga tercapainya kesetimbangan termal.
Proses perpindahan panas ini berlangsung dalam 3 mekanisme,
yaitu : konduksi, konveksi dan radiasi.
4.1. Konduksi
Proses perpindahan kalor secara konduksi bila dilihat
secara atomik merupakan pertukaran energi kinetik antar molekul (atom), dimana
partikel yang energinya rendah dapat meningkat dengan menumbuk partikel dengan
energi yang lebih tinggi.
Sebelum dipanaskan atom dan elektron dari logam bergetar
pada posisi setimbang. Pada ujung logam mulai dipanaskan, pada bagian ini atom
dan elektron bergetar dengan amplitudi yang makin membesar. Selanjutnya
bertumbukan dengan atom dan elektron disekitarnya dan memindahkan sebagian
energinya. Kejadian ini berlanjut hingga pada atom dan elektron di ujung logam
yang satunya. Konduksi terjadi melalui getaran dan gerakan elektron bebas.
No comments:
Post a Comment