BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Destilasi atau penyulingan adalah suatu proses pemisahan komponen yang
berdasarkan pada perbedaan titik didih dimana komponen yang mempunyai
titik didih yang rendah duluan keluar dibanding titik didih yang tinggi.
pada proses ini terjadi proses penguapian yang diikuti pengembunan.
Destilasi dilakukan untuk memisahkan suatu caran dari campurannya
apabila komponen lain tidak ikut menguap (titk didih lain jauh lebih
tinggi).Misalnya adalah pengolahan air tawar dari air laut. Pada
percobaan ini, menggunakan proses destilasi sederhana, dimana
menggunakan air sungai sebagai sampel yang akan dimurnikan.
Masalah yang timbul di Masyarakat sekarang ini, masyarakat kesulitan
mendapatkan air bersih. Salah satu cara untuk memperoleh air bersih
yang berasal dari air laut, yaitu melakukan proses destilasi.
Untuk mengetahui cara memurnikan air sungai menjadi air bersih dengan
menggunakan metode destilasi sederhana, maka dilakukanlah percobaan ini.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari percobaan ini yaitu :
1. Bagaimana proses destilasi secara sederhana ?
2. Bagaimana cara memurnikan sampel air sungai ?
C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :
1. Untuk mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sederhana
2. Untuk memurnikan sampel air sungai.
D. Manfaat Percobaan
Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sederhana
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara memurnikan sampel air sungai.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Dalam kehidupan kebutuhan akan air bersih adalah suatu hal yang pasti
untuk keberlangsungan hidup baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan.
Tidak hanya dalam kehidupan saja melainkan kebutuhan akan air bersih
dibutuhkan juga dalam laboratorium. Air bersih dibutuhkan untuk membuat
suatu larutan atau melarutan suatu bahan, air bersih yang berasal dari
logam lain atau yang biasa disebut air destilat, atau di kenal dengan
aquades.
Selain di laboratorium, air destilat ini juga di butuhan sebagai sumber
air destilata. Misalnya kita mengolah air laut untuk dijadikan air
minum. Untuk mengolah air laut menjadi air minum digunakan tehnik
destilasi.
Dalam hal lain destilasi juga digunakan untuk mendapatkan air bersih di
suatu Negara, contohnya Arab Saudi,mereka mendestilasi air laut untuk
mendapatkan air bersih. Jadi destilasi adalah suatu proses yang sangat
berguna dan tidak hanya untuk mendapatkan air bersih tapi juga dalam
proses pengolahan minyak bumi, produksi minyak wangi dan lain-lain.
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan umat
manusia dan mahluk hidup lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tersebut
tidak akan
tergantikan dengan oleh senyawa lainnya. Hapir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air.
Air yang digunakan manusia adalah air permukaan tawar dan air tanah
murni. Meningkatnya kebutuhan air dengan bertambahnya jumlah penduduk
didunia dan juga sebagai akibat dari peningkatan kebutuhan air untuk
rumah tangga, industri, rekreasi, pertanian dan sebagainya. Air dibagi
tiga golongan menurut pertukarannya yatu:
Golongan A : Air yang digunakan sebagai air minum tanpak pengolahan terlebih dahulu
Golongan B : Air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga
Golongan C : Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan, peternakan, pertanian, Industri dan lain-lain.
Air yang dipergunakan untuk minum sebaiknya sebaiknya air yang tidak
berwarna, tidak berbau, jernih dengan suhu dibawa suhu udara sedemikian
rupa sehingga minimbulkan rasa aman. Air minum yang baik adalah air yang
tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia atau kiniral
tertentu oleh zat-zat atau miiral-miniral yang berbahaya bagi kesehatan,
diharapkan pula zat-zat atau bahan kimia yang terdapat didalam air
minum, sebaiknya zat ataupun bahan kimia dan
miniral yang dibutuhkan oleh tubuh hendaknya harus terdapat dalam kadar yang wajar dalam sumber air tersebut.
Air yang keruh kurang dapat menjadi biomas cukup produktif, walaupun
perairan itu mempunyai zat-zat makanan yang cukup. Kekeruhan mengurangi
intnsitas cahaya matahai masuk kedalam air. Kekeruhan dapat disebabkan
oleh bahan-bahan tersuspensi yang bervariasi dari ukuran koloida sampai
dispersi kasar, tergantung dari derajat tubelensinya. Pengukuran
kekeruhan membantu menrntukan jumlah bahan kimia yang dibutuhkan dalam
pengolahan air.
Pada masa sekarang ini nampaknya sulit untuk memperoleh air yang
betul-betul murni, aliran air dari pegunungan yang diperjirakan paling
bersih pun akan membawa mineral-mineral, gas-gas terlarut dan zat
organik dari tubuhan dan binatang yang hidup di dalam atau dekat aliran
tersebut, selain itu aktivitas manusia merupakan salah satu hal yang
menyebabkan timbulnya masalah-masalah pencemaran air dalam ekosistem
air.
Untuk mengetahui pencemaran air sungai digunakan kombinasi parameter
fisika, kimia dan biologi. Tetapi sering hanya digunakan paramerter
fisika seperti temperatu, warna, bau, rasa dan kekeruhan air, ataupun
parameter kimia seperti: partikel terlarut, kebutuhan oksigen biokimia
(BOD), partikel tersuspensi (SS), amonia (NH3). Bahan-bahan polutan bagi
pencemaran air dalam bentuk pencemaran fisika, kimia dan biologi dibagi
menjadi 8 kelompok yaitu:
1. Agen penyebab penyakit (bakteri, virus, protozoa, parasit).
2. Limbah penghabis oksida (limbah rumah tangga, kotoran hewan dan manusia, bahan organik dan sebagainya).
3. Bahan kimia yang larut dalam air (asam, garam, logam beracun dan senyawa lainnya).
4. Pupuk anorganik (garam nitrat dan fosfat yang terlarut)
5. Bahan kimia organik (minyak, bensin, plastik, pestisida)
6. Bahan sedimen atau suspensi (parikel tanah, pasir dan bahan anorganik lainnya yag melayang dalam air)
7. Bahan-bahan radioaktif
8. Panas.
Polutan biologis berasal dari kotoran manusia yang mengandung
bakteri, virus, protozoa atau parasit lainnya yang mencemari sungai atau
sumur atau mata air.
Berdasarkan teori-teori tersebut ternyata kebutuhan air bersih
bukan hanya sebatas dalam kebutuhan manusia saja melainkan air bersih
juga dibutuhkan dalam laboratorium khususnya kimia yang digunakan untuk
mmbuat larutan atau melarutkan suatu bahan, maka kita membutuhkan air
yang bersih dari logam. Untuk memurnikan air dari logam-logam digunakan
metode destilasi.
Pertama kali destilasi dikenalkan oleh seorang kimiawan Babilonia di
Mesopotamia pad millennium ke-2 sebelum masehi. Namun untuk industri
dibawa
oleh kimiwan muslim dalam proses mengisolasi ester untuk membuat parfum.
Pada abad ke-8 kimiawan muslim juga berhasil mendapatkan substan kimia
yang benar-benar murni melalui proses destilasi. Pada tahun 800-an ahli
kimia Persia, Jabir ibnu Hayam menjadi insprasi dalam destilasi skala
mikro, karena penemuannya di bidang destilasi yang masih dipakai sampai
sekarang. Petroleum pertama kali didisetilasi oleh kimiawan muslim yang
bernama Al-Razi pada abad ke-9, untuk destilasi karosin/ minyak tanah
pertama ditemukan oleh Avicenna pada awal abad ke-11
Distilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut
didinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi distilasi merupakan
metode yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat
dalam suatu larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi
komponen-komponen tersebut antara fasa uap dan fasa air. Semua komponen
tersebut terdapat dalam fasa cairan dan uap. Fasa uap terbentuk dari
fasa cair melalui penguapan (evaporasi) pada titik didihnya. Syarat
utama dalam operasi pemisahan komponen-komponen dengan cara distilasi
adalah komposisi uap harus berbeda dari komposisi cairan dengan terjadi
keseimbangan larutan-larutan, dengan komponen-komponennya cukup dapat
menguap. Suhu cairan yang mendidih merupakan titik didih cairan tersebut
pada tekanan atmosfer yang digunakan.
Destilasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu evaporasi adalah
memindahkan pelarut sebagai uap dari cairan yaitu pemisahan uap-cairan
di dalam kolom dan untuk memisahkan komponen dengan titik didih lebih
rendah yang lebih mudah menguap dari komponen lain yang kurang volatil
dan kondenasasi dari uap, serta untuk mendapatkan fraksi pelarut yang
lebih volatil.
Pada pemisahan campuran dari dua campuran yang menguap atau yang titik
didihnya berdekatan lebih banyak persoalannya, sehingga tidak dapat
dilakukan dengan destilasi biasa. Suatu cara yang digunakan untuk
memperoleh hasil yang lebih baik disebut destilasi bertingkat, yaitu
proses dimana komponen-komponennya secara bertingkat diuapkan dan
diembunkan.
Dalam proses ini campuran didihkan pada kisaran suhu tertentu pada
tekanan tetap. Uap yang dilepaskan dalam cairan tidak murni berasal dari
salah satu komponen tetapi masih mengandung campuran kedua komponen
dengan komposisi yang biasanya berbeda dengan komposisi cairan yang
mendidih. Kenyataan umum yang diperoleh adalah bahwa uap lebih banyak
mengandung komponen yang mudah menguap (atsiri). Bila sebagian cairan
yang telah didihkan uapnya diembunkan, maka campuran akan terbagi
menjadi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari uap yang terembunkan
disebut destilat, dan mengandung lebih banyak komponen yang atsiri
dibandingkan cairan aslinya. Bagian kedua adalah cairan yang tertinggal
disebut residu, yang susunannya lebih banyak komponen yang sukar
menguap. Bila destilat yang mula-mula diperoleh dipanaskan lagi sampai
mendidih, maka uap yang baru akan lebih banyak lagi komponen yang lebih
atsiri. Hal ini dapat diulangi lagi beberapa kali sampai akhirnya
diperoleh salah satu komponen murni yang mudah menguap.
Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan
massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu
larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model
ideal distilasi didasarkan pada hokum Roult dan hokum Dalton. Destilasi
Skala Industri. Umumnya proses destilasi dalam skala industri dilakukan
dalam menara, oleh karena itu unit proses dari destilasi ini sering
disebut sebagai menara destilasi (MD). MD biasanya berukuran 2-5 meter
dalam diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter. Masukan dari MD
biasanya berupa cair jenuh (cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit
saja sudah akan terbentuk uap) dan memiliki dua arus keluaran, arus
yang diatas adalah arus yang lebih volatil (lebih ringan/mudah menguap)
dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat.
Contoh proses destilasi minyak serei yaitu pada proses distilasi ini
dilakukan dengan cara distilasi bertingkat. Pada distilasi pertama
bertujuan memisahkan senyawa organik dalam serai yang kenudian larut
dalam air(air sebagai pelarut) , kenudia air hasil distilasi pertama
akan didistilasi lagi. hal ini bertujuan memisahkan minyak serei dengan
air. Disini minyak serei akan dipanaskan sampai berubah fase menjadi uap
sedangkan air tetap berwujud cair. Uap serei akan didinginkan oleh air
yang berasal dari luar tabung proses ini disebut kondensasio sehingga
uap serei akan mengembun dan berubah fase menjadi cair dan terbentuk
rendemen.
Teori dasar destilasi yaitu perpindahan panas ke cairan yang sedang
mendidih memegang peranan yang penting pada proses evaporasi dan
distilasi atau juga pada
proses biologi dan proses kimia lain seperti proses petroleum,
pengendalian temperatur suatu reaksi kimia, evaporasi suatu bahan pangan
dan sebagainya. Cairan yang sedang dididihnya biasanya ditampung dalam
bejana dengan panas yang berasal dari pipa-pipa pemanas yang horizontal
atau vertikal. Pipa dan plat-plat tersebut dipanaskan dengan listrik,
dengan cairan panas atau uap panas pada sisi yang lain.
Perbedaan sifat campuran suatu fase dengan campuran dua fase dapat
dibedakan secara jelas jika suatu cairan menguap, terutama dalam keadaan
mendidih. Sebagai contoh adalah cairan murni didalam suatu tempat yang
tertutup. Pada suhu tertentu molekul-molekul cairan tersebut memiliki
energi tertentu dan bergerak bebas secara tetap dan dengan kecepatan
tertentu. Tetapi setiap molekul dalam cairan hanya bergerak pada jarak
pendek sebelum dipengaruhi oleh molekul-molekul lain, sehingga arah
geraknya diubah. Namun setiap molekul pada lapisan permukaan yang
bergerak ke arah atas akan meninggalkan permukaan cairan dan akan
menjadi molekul uap. Molekul-molekul uap tersebut akan tetap berada
dalam gerakan yang konstan, dan kecepatan molekulmolekul dipengaruhi
oleh suhu pada saat itu.
Ada 5 jenis distilasi yang akan dibahas disini, yaitu distilasi
sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum.
Selain itu ada pula distilasi ekstraktif dan distilasi azeotropic
homogenous, distilasi dengan menggunakan garam berion, distilasi
pressure-swing, serta distilasi reaktif.
1. Destilasi sederhana
Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia
untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik
didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa
ini untuk memperoleh senyawa murninya. Senyawa – senyawa yang terdapat
dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik didih masing –
masing.
Gambar 1. Alat Destilasi Sederhana
Gambar di atas merupakan alat destilasi atau yang disebut destilator.
Yang terdiri dari thermometer, labu didih, steel head, pemanas,
kondensor, dan labu penampung destilat. Thermometer Biasanya digunakan
untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi selama proses
destilasi berlangsung. Seringnya thermometer yang digunakan harus
memenuhi syarat:
a. Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi.
b. Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas
reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. Labu didih
berfungsi sebagai tempat suatu campuran zat cair yang akan didestilasi .
2. Distilasi Fraksionasi (Bertingkat)
Sama prinsipnya dengan dis.sederhana, hanya dis.bertingkat ini memiliki
rangkaian alat kondensor yang lebih baik, sehingga mampu memisahkan dua
komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang berdekatan. Untuk
memisahkan dua jenis cairan yang sama sama mudah menguap dapat dilakukan
dengan destilasi bertingkat.Destilasi bertingkat sebenarnya adalah
suatu proses destilasi berulang.Proses berulang ini terjadi pada kolom
fraksional.Kolom fraksional terdiri atas beberapa plat dimana pada
setiap plat terjadi pengembunan.Uap yang naik plat yang lebih tinggi
lebih banyak mengandung cairan yang lebih atsiri (mudah menguap)
sedangkan cairan yang yang kurang atsiri lebih banyak dalam kondensat.
Contoh destilasi bertingkat adalah pemisahan campuran alkohol-air (lihat
gambar di bawah),titik didih alkohol adalah 78oC dan titik didih air
adalah 100oC.Campuran tersebut dicampurkan dalam labu didih.Pada suhu
sekitar 78oC alkohol mulai mendidih tetapi sebagian air juga ikut
menguap.Oleh karena alkohol lebih mudah menguap,kadar alkohol dalam uap
lebih tinggi daripada kadar alkohol dalam campuran semula.Ketika
mencapai kolom fraksionasi,uap mengembun dan memanaskan kolom
tersebut.Setelah suhu kolom mencapai 78oC,alkohol tak lagi mengembun
sehingga uap yang mengandung lebih banyak alkohol naik ke kolom di
atasnya,sedangkan sebagian air turun ke dalam labu didih.Proses seperti
itu berulang beberapa kali (bergantung pada banyaknya plat dalam
kolom),sehingga akhirnya diperoleh alkohol yang lebih murni.Contoh lain
dari Destilasi bertingkat adalah pemurnian minyak bumi,yaitu memisahkan
gas,bensin,minyak tanah, dan sebagainya dari minyak mentah
Destilasi fraksionasi
3. Destilasi Azeotrop
memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen
yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain
yang dapat memecah ikatan azeotrop tsb, atau dengan menggunakan tekanan
tinggi.
4. Destilasi Uap
Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik
didihnya cukup tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai
titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami
reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat
dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat,
melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap. Destilasi uap adalah
istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan
senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke
dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap
pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung.
Untuk destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan
dihubungkan dengan labu pembangkit uap (lihat gambar alat destilasi
uap). Uap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan
dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa tersebut,
karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih
komponen-komponennya
Destilasi Uap
5. Destilasi vakum
Memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motede yang
digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1
atm, sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu
yang digunakan untuk mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi.
BAB III
METODE PERCOBAAN
A. Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat dilaksanakanya percobaan ini adalah sebagai berikut:
Hari/Tanggal : Jumat, 29 April 2011
Waktu : PukuL 08.00-11.00 WITA
Tempat : Laboratorium Kimia Analitik, Fakultas Sains dan
Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
Samata Gowa.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Labu destilasi 100 mL 1 buah
b. Kondensor 1 buah
c. Pemanas listrik 1 buah
d. Aerator 1 buah
e. Steel head 1 buah
f. Termometer 150oC 1 buah
g. Gelas ukur 100 mL 1 buah
h. Gelas kimia 250 mL 2 buah
i. Statif 2 buah
j. Klem 2 buah
k. Botol semprot 1 buah
l. Ember 1 buah
m. Selang 1 buah
n. Karet berlubang 1 buah
2. Bahan
a. Air (H2O)
b. Air sungai
c. Aquades
d. Batuh didih
C. Prosedur kerja
1. Memasang rangkaian alat desrilasi
2. Mengisi labu destilasi dengan air sungai sebanyak 350 mL, kemudian memasukkan beberapa butir batu didih.
3. Menjalankan air melalui alat pendingin (kondensor)
4. Memanaskan labu destilasi sampai air mendidih, pada suhu 83oC dengan waktu 21,32 menit.
5. Melanjutkan pemanasan sampai pada suhu konstan dengan waktu selama 82 menit.
6. Mengamati kenaikan temperatur pada termometer, Sampai memperoleh volume destilat sebanyak 50 mL.
7. Membaca titik didih destilasi, kemudian mengukur volume destilasi yang diperoleh.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Suhu oC Waktu (menit) Volume destilasi keterangan
83 21,32 - mendidih
94 35 - mendidih
94 82 50 mL destilat
B. Pembahasan
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut
didinginkan kembali menjadi cairan. Distilasi merupakan metode yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu
larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen-komponen
tersebut antara fasa uap dan fasa air. Semua komponen tersebut terdapat
dalam fasa cairan dan uap. Fasa uap terbentuk dari fasa cair melalui
penguapan (evaporasi) pada titik didihnya.
Syarat utama dalam operasi pemisahan komponen-komponen dengan cara
distilasi adalah komposisi uap harus berbeda dari komposisi cairan
dengan terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan komponen-komponennya
cukup dapat menguap. Suhu cairan yang mendidih merupakan titik didih
cairan tersebut pada tekanan atmosfer yang digunakan.
Rangkaian alat pada destilasi adalah sebagai berikut :
1. Labu destilasi, berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat cair yang akan di destilasi yang terdiri dari :
a. Labu dasar bulat.
b. Labu erlenmeyer khusus untuk destilasi atau refluks.
2. Steel Head, berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk
ke alat pendingin (kondensor), dan biasanya labu destilasinya sudah
dilengkapi dengan leher yang berfungsi sebagai steel head.
3. Thermometer, biasanya digunkan untuk mengukur suhu uap zat cair yang
didestilasi selama proses destilasi berlangsung, dan thermometer yang
digunakan harus, berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair
yang akan didestilasi, dan ditempatkan pada labu destilasi atau steel
head dengan ujung atas reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke
kondensor.
4. Kondensor, memiliki 2 celah, yaitu celah masuk untuk aliran uap hasil reaksi dan celah keluar untuk aliran air keran
5. Labu didih, biasanya selalu berasa atau keset, yang berfungsi
untuk sebagai wadah sampel. Contohnya untuk memisahkan alkohol dan air.
6. Pipa dalam = pipa destilasi
7. Aerator , berfungsi untuk menyalurkan air kedalam kondensor dan mengeluarkan air dari dalam kondensor.
8 batu didih untuk, Berfungsi untuk menyimbangkan panas suatu sampel bahan di dalam nya
Sampel yang dianalisis yaitu air sungai, pertama – tama memasukan air
kedalam labu destilasi, setelah itu dipanakan sampai menguap dan air
didalam penampung dijalankan ke kondensor menggunakan aerator, kemudian
menunggu sampai mendapatkan destilat yang dihasilkan. Pada saat suhu
destilat mencapai 83oC dengan waktu 21,32 menit larutan sampel mulai
mendidih. Pada percobaan ini, suhu pada labu destilat konstant pada
94oC, hal ini dikarenakan perbedaan sifat campuran suatu fase dengan
campuran dua fase dapat dibedakan secara jelas jika suatu cairan
menguap, terutama dalam keadaan mendidih dan destilat yang didapat pada
air 300 ml adalah 50 mL pada suhu 94 oC dengan 82 menit.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun keimpulan dari percobaan ini yaitu hasil destilat dari air sungai 300 mL adalah 50 mL pada suhu 94oC dengan 82 menit.
B. Saran
Sebaiknya pada percobaan selanjutnya, pemurnian air sungai dilakukan
sampai 2 kali penyulingan, agar memperoleh destilat yang lebih murni.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.“Macammacamdestilasi”.http://ndarucs.blogspot.com/2010/02/distilasi.html. 11 02 2010 (25 April 2011)
Aditya, Riskian, “Destilasi Uap”, 8 Juni 2010, http://www. /destilasi uap/destilasi-uap.html (21 April 2011)
Bambang Irawan, “Peningkatan Mutu Minyak Nilam dengan Ekstraksi dan
Destilasi
PadaBerbagaiKomposisiPelarut”,19Juli2010,http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1844/1/06000441.pdf.
No comments:
Post a Comment