Monday, September 3, 2012

HUMIDIFIKASI


HUMIDIFIKASI


Proses humidifikasi merupakan proses yang dapat menambah kadar air di dalam gas. Dalam prosesnya ada dua cara yaitu dengan pemanasan dan tanpa pemanasan. Sebaliknya untuk mengurangi uap air di dalam gas disebut dengan dehumidifikasi. Proses keduanya memiliki perbedaan dalam arah alirannya. Semuanya itu tergantung adari cara mengatur valve yang ada. Gas yang masuk mengalir pada pipa orifice yang mempunyai beda tekanan tertentu. Adapun perbedaannya yaitu, pada proses humidifikasi, gas dikontakkan dengan air yang berada di dalam labu secara counter current yaitu di mana air mengalir dari atas sedangkan gas atau udara mengalir dari bawah ke atas dengan laju sirkulasi air tertentu. Data yang diambil dari percobaan ini seperti temperatur air di dalam labu, temperatur gas masuk yaitu Tdin dan Twin dan temperatur gas keluar yaitu Tdout dan Twout. Sedangkan pada proses dehumidifikasi, gas yang dilewatkan pada sebuah kolom yang di dalamnya terdapat zat penyerap atau absorben dan juga dengan memperbesar tekanannya.
Pada percobaan ini, operasi humidifikasi dilakukan dengan cooling tower atau menara dingin. Cooling tower merupakan alat yang prinsip kerjanya sesuai dengan pengertian humidifikasi. Cooling tower yang digunakan memiliki sekat-sekat pada dinding cooling tower yang dipasang secara horizontal dan berselang-seling, sekat-sekat tersebut dimaksudkan agar bidang pertemuan atau kontak antara air dan udara semakin besar, sehingga akan didapatkan humidity yang besar pula. Pada cooling tower terjadi transfer massa dari zat cair ke udara dan terjadinya tranfer panas dari air ke udara karena temperatur air lebih tinggi dari pada temperatur di cooling tower sehingga efek yang timbul saat terjadinya operasi humidifikasi, temperatur air menurun saat meninggalkan cooling tower.
Percobaan dilakukan dengan mengubah temperatur air dari lembar penugasan yang diberikan yaitu 32oC, 35oC dan 38oC menjadi 38oC, 41oC dan 44oC. Hal ini dilakukan karena temperatur udara saat percobaan akan dilakukan lebih tinggi dari temperatur air yang diinginkan atau ditugaskan. Temperatur udara saat akan dilakukan percobaan adalah 34oC. Pada percobaan ini, digunakan variasi temperatur air yang masuk, seperti yang ditugaskan, dengan laju alir air tetap yaitu 2.5 L/min dan laju alir udara konstan. Secara teori, apabila temperatur air yang masuk, lama kelamaan temperatur udara naik, maka nilai humidity yang akan didapat akan semakin besar. Jadi antara kenaikan temperatur air yang masuk dan nilai humidity berbanding lurus.
Mekanisme percobaan pertama kali dilakukan dengan mengukur temperatur dry dan wet bulb , maka didapat Td awal 32oC dan Tw awal 28oC. Kemudian air pada waterbatch dipanaskan hingga mencapai temperatur yang diinginkan. Setelah temperatur yang diinginkan tercapai, pompa dinyalakan dan laju alir air diatur dan dibuat konstan sesuai dengan yang ditugaskan, serta laju alir udara dibuat konstan. Lalu mengukur temperatur dry dan wet bulb dalam cooling tower. Jika temperatur dry dan wet-nya sudah didapat, maka dapat dihitung nilai humidity-nya dengan menggunakan psychrometric chart.
Berdasarkan percobaan, air dialirkan dari waterbatch dengan mengatur temperatur air yang diinginkan. Mula-mula memanaskan air hingga 38oC. Setelah tercapai temperatur air yang diinginkan dan pompa dinyalakan maka didapat temperatur dry (Td) dan wet bulb (Tw) yang konstan atau tidak ada lagi perubahan temperatur pada cooling tower yaitu Td = 32.5oC dan Tw = 29.5oC serta diperoleh nilai humidity sebesar0.0245 kg uap air/ kg udara. Selanjutnya dengan merubah temperatur air menjadi 41oC, didapat pula Td = 33oC, Tw = 30oC dan nilai humidity sebesar 0.026 kg air/ kg udara. Pada percobaan terakhir, temperatur air dinaikkan menjadi 44oC, diperoleh nilai Td = 34oc dan Tw = 31oC. Lalu didapatlah nilai humidity yaitu 0.027 kg air/ kg udara.
Dari nilai humidity yang didapat, terbukti bahwa semakin tinggi temperatur air yang masuk, maka semakin tinggi nilai humidity yang didapatkan, berdasarkan nilai temperatur dry dan temperatur wet bulb yang didapat. Hal ini terjadi karena adanya perpindahan panas yang di ikuti oleh perpindahan massa. Pada percobaan ini, aliran air dan aliran udara dialirkan secara berlawanan atau counter current, hal ini dimaksudkan agar keduanya dapat menciptakan kontak transfer panas dan transfer massa yang baik, bila dibandingkan dengan cara di alirkan searah. Udara di alirkan dari bawah cooling tower, sedangkan air di alirkan dari atas cooling tower. Perpindahan panas yang terjadi adalah panas sensibel dari air yang panas ke udara yang lebih dingin yang mengakibatkan turunnya temperatur air. Proses perpindahan panas yang terjadi antara panas yang dibawa oleh air dan panas yang dibawa udara agar dapat menguapkan kandungan uap air dari fasa air. Semakin banyaknya kontak antara air dengan udara maka akan semakin besar nilai humidity. Bila semakin besar kontaknya maka akan semakin banyak terjadinya perpindahan panas maupun massa. Cara memperbesar kontak antara air dengan udara yaitu dengan menambah sekat-sekat pada cooling tower. Sedangkan untuk perpindahan massa terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi. Di mana saat pertama kali udara yang masuk bersifat tidak jenuh dan saat keluar dari atas cooling tower, udara akan jenuh yang memiliki cukup banyak kandungan uap air.
Dari grafik dapat dilihat bahwa semakin tinggi temperatur maka nilai humidity juga akan semakin besar. Dimana grafik tersebut membentuk garis linier yang lurus atau naik ke atas (miring). Hal-hal kenapa semakin besar suhu air masuk, semakin nilai humidity, sudah dijelaskan sebelumnya.


Tujuan


·        Untuk Humidifikasi : membandingkan s/l dari psy. Chart dengan s/l dari percobaan dan menghitung harga L
·        Untuk Dehumidifikasi : mencari harga kelembaban (Y), Entalphi (H), dan jumlah harga air yang menguap (L).

Ringkasan

Proses Humidifikasi dengan proses Dehumidifikasi mempunyi perbedaan dalam arah alirannya. Semua itu tergantung dari cara mengatur valve yang ada. Gas yang masuk mengalir pada pipa orifice mempunyai beda tekan tertentu. Adapun perbedaan antara proses humidifikasi dengan dehumidifikasi sbb :
Proses humidifikasi, merupakan suatu proses yang dapat menambah kadar air dalam gas.  Dalam prosesnya ada dua cara yaitu dengan pemanasan dan tanpa pemanasan. Arah aliran kedua proses tersebut berbeda tergantung bagaimana kita dapat mengatur buka tutupnya valve. Pada proses ini, gas dikontakan dengan air yang berada di dalam labu secara counter current dimana air mengalir dari atas dan gas/udara menngalir ke atas dari bawah, dengan laju alir sirkulasi air tertentu. Data yang diambil dari percobaan ini seperti, suhu air di dalam labu, suhu gas masuk (Tdin dan Twin),  suhu gas keluar ( Tdout dan Twout), dan beda tekanan di dalam labu.
Proses Dehumidifikasi, yang merupakan proses pengurangan kadar air dalam gas, sama dengan proses humidifikasi mempunyai dua cara proses, yaitu dengan pemanasan dan tanpa pemanasan. Kesemuanya itu tergantuk cara mengatur valve yang ada. Pada proses ini, gas dilewatkan pada sebuah kolom yang yang didalamnya terdapat zat penyerap (absorbent) dan juga dengan memperbesar tekanan. Data yang diambil pada percobaan ini seperti, suhu gas masuk (Tdin dan Twin), suhu gas keluar (Tdout dan Twout), beda tekanan pada kolom (DP), dan suhu keluaran kolom bagian (A, B, C, dan D) yang menempel pada kolom.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan
1.      Seperangkat alat humidifikasi dan dehumidifikasi
2.      Termometer ayunan
3.      Termometer biasa
4.      Kain basah
5.      Kompressor
6.      Stopwatch
Bahan yang digunakan
Air dan udara tekan

Cara Kerja
Percobaan humidifikasi tanpa pemanasan
1.      Putar switch utama searah jarum jam pada posisi ON
2.      Putar juga switch air pressure pada posisi ON
3.      Atur katup-katup berikut :
V1
Buka
V4
Buka
V2
Tutup
V5
Tutup
V3
Tutup
V6
Tutup
4.      Tekan tombol P2 (kompressor) ON
5.      Atur katup utama (V9) sehingga didapat perbedaan tekanan orifice 50 mBar
6.      Lakukan pencatatan data pertama (laju alir sirkulasi air = 0 setelah 10 menit)
7.      Tekan tombol P1 (centrifugal pump) ON
8.      Atur kecepatan alir sirkulasi air mulai dari 70 L/menit dan lakukan pengambilan data setelah 10 menit.
9.      Naikkan kecepatan air menjadi 80, 90, 100, 110 L/menit
Percobaan humidifikasi dengan pemanasan
1.      Atur katup-katup berikut :
V1
Tutup
V4
Buka
V2
Buka
V5
Buka
V3
Tutup
V6
Tutup
2.      Atur katup utama (V9) sehingga perbedaan tekanan orifice 50 mBar
3.      Atur pemanasan
4.      Lakukan seperti pada percobaan sebelumnya (tanpa pemanasan)
Percobaan dehumidifikasi tanpa pemanasan
1.      Atur katup-katup berikut :
V1
Tutup
V4
Buka
V2
Buka
V5
Tutup
V3
Tutup
V6
Buka
2.      Tekan tombol P2 (kompressor) dan atur perbedaan tekanan orifice sebesar 40 mBar
3.      Tunggu 10 menit kemudian lakukan pengambilan data
4.      Ubah perbedaan tekanan orifice pada 60 mBar
Percobaan dehumidifikasi dengan pemanasan
Dilakukan seperti langkah-langkah percobaan sebelumnya (tanpa pemanasan) dengan tambahan pemanasan (heaternya ON pada posisi 3)

Dasar Teori
Dalam pemrosesan bahan sering diperlukan untuk menentukan uap air dalam aliran gas. Operasi ini dikenal sebagai proses humidifikasi. Sebaliknya, untuk mengurangi uap air dalam aliran gas sering disebut proses dehumidifikasi. Dalam humidifikasi, kadar dapat ditngkatkan dengan melewatkan aliran gas di atas cairan yang kemudian akan menguap ke dalam aliran gas.
Perpindahan ke aliran utama berlangsung dengan cara difusi dan pada perbatasan (interface) perpindahan panas dan massa yang berlangsung terus menerus, sedangkan dalam dehumidifikasi dilakukan pengembunan (kondensasi) parsial dan uap yang terkondensasi dibuang.
Penggunaan yang paling luas dari proses humidifikasi dan dehumidifikasi menyangkut system udara air. Contoh paling sederhana adalah pengeringan padatan basah dengan pengurangan jumlah kandungan air sebagai tujuan utama dan dehumidifikasi aliran gas sebagai efek sampingan.
Pemakaian AC dan pengeringan gas juga menggunakan proses humidifikasi dan dehumidifikasi. Sebagai contoh kandungan uap air harus dihilangkan dari gas klor basah, sehingga gas ini bias digunakan pada peralatan baja untuk menghindari korosi. Demikian juga pada proses pembuatan asam sulfat, gas yang digunakan dikeringkan sebelum masuk ke konventor bertekanan yaitu dengan jalan melewati pada bahan yang menyerap air (dehydrating agent) seperti silica gel, asam sulfat pekat, dan lain-lain.
Contoh proses humidifikasi adalah pada menara pendingin, air panas dialirkan berlawanan arah dengan media pendingin yaitu udara.
Istilah dalam proses humidifikasi
1.      Kelembaban yaitu massa uap yang dibawa oleh satu satuan massa gas bebas uap, karena itu humidity hanya bergantung pada tekanan bagian uap di dalam campuran bila tekanan total tetap.
2.      Suhu bola basah yaitu suhu pada keadaan tunak dan tidak berkesetimbangan yang dicapai bila suatu massa kecil dari zat cair dikontakkan dalam keadaan adiatik di dalam arus gas yang kontinu.
3.      Kelembaban jenuh yaitu udara dalam uap air yang berkesetimbangan dengan air pada suhu dan tekanan tertentu. Dalam campuran ini, tekanan parsial uap air dalam campuran udara-air adalah sama tekanan uap air murni pada temperatur terntentu.
4.      Kelembaban relatif yaitu ratio antara tekanan bagian dan tekanan uap zat cair pada suhu gas. Besaran ini dinyatakan dalam persen (%) sehingga kelembaban 100% berarti gas jenuh sedang kelembaban 0% berarti gas bebas uap.
5.      Kalor lembab yaitu energi kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu satuan massa beserta uap yang dikandungnya sebesar satu derajat satuan suhu.
6.      Entalpi lembab adalah entalpi satu satuan massa gas ditambah uap yang terkandung di dalamnya.
7.      Volume lembab adalah volume total stu satuan massa bebas uap beserta uap yang dikandungnya pada tekanan 1 atm.
8.      Titik embun campuran udara-uap air adalah temperatur pada saat gas telah jenuh oleh uap air.
Hasil Yang Diperoleh
Humidifikasi
a.       Tanpa pemanasan


Pembahasan
Pada percobaan kali ini untuk mengamati proses penambahan dan pengeluaran kandungan air yang ada dalam udara. Pada proses humidifikasi yaitu proses penambahan kandungan air dalam udara dilakukan dalam dua proses yaitu dengan dan tanpa pemanasan. Dengan bertambahnya jumlah aliran air yang dikontakkan dengan udara proses maka akan meningkatkan kandungan air dalam udara sampai mencapai kondisi jenuh. Pada proses humidifikasi dengan pemanasan jumlah kandungan air yang diserap oleh udara makin besar. Ini disebabkan karena dengan pemanasan maka temperatur udara akan naik sementara kelembaban relatifnya menjadi turun sehingga kemampuan udara di dalam menangkap air lebih besar bila dibandingkan dengan yang tanpa pemanasan.
Sedangkan pada proses dehumidifikasi terjadi penurunan kandungan air dalam udara proses. Penurunan kandungan air dalam kolom dehumidifikasi menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dimana penurunan dipengaruhi sekali oleh kemampuan media penangkap air ( silika gel ). Pemanasan yang dilakukan pada proses dehumidifikasi bertujuan agar sejumlah kandungan air yang dibawa udara dapat teruapkan sehingga akan membantu aktivitas media penangkap air dan sekaligus dapat mengeluarkan air dari dalam udara.


Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Humidifikasi adalah proses penambahan kandungan air dalam udara .
2.      Proses humidifikasi yang dibantu dengan pemanasan akan menghasilkan udara dengan  kandungan air yang lebih besar daripada tanpa pemanasan
3.      Dehumidifikasi adalah proses pengurangan kandungan air dalam udara. Pemanasan dalam dehumidifikasi bertujuan untuk menguapkan sejumlah  air dalam udara proses.
4.      Temperatur udara yang keluar dari proses humidifikasi dan dehumidifikasi akan bergantung pada besarnya kalor yang diberikan serta jumlah kandungan air yang ditangkap atau dikeluarkan dari udara.


Daftar Pustaka
Treybal,Robert E.Mass-Transfer Operations.McGraw-Hill International Edition.     Third Edition
Job Sheet Praktikum Pilot Plant “Humidifikasi dan Dehumidifikasi”Laboratorium Pilot Plant Politeknik Negeri Bandung


No comments:

Post a Comment