Tuesday, September 11, 2012

LAPORAN RESMI PEMBUATAN METIL SALISILAT


Tujuan: menerapkan reaksi esterifikasi pada senyawa aromatis di Industri Kimia

Dasar Teori
Metil salisilat nerupakan ester aromatis yang memiliki bau yang cukup menyengat. Senyawa ini sering digunakan dalam obat-obat gosok seperti rheumason dan sejenisnya.

Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol membentuk ester. Turunan asam karboksilat membentuk ester asam karboksilat. Ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus -CO2 R dengan R dapat berupa alkil maupun aril. Esterifikasi dikatalisis asam dan bersifat dapat balik(Fessenden, 1981).

Laju esterifikaasi asam karboksilat tergantung pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilat. Kekuatan asam dari asam karboksilat hanya mempunyai pengaruh yang kecil dalam laju pembentukan ester (Anonim a, 2009).

Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan katalis asam. Katalis ini biasanya adalah asam sulfat pekat. Terkadang jugadigunakan gas hidrogen klorida kering, tetapi katalis-katalis ini cenderung melibatkan ester-ester aromatik (yakni ester yang mengandung sebuah cincin benzen) (Clark, 2007).

Asam salisilat merupakan salah satu bahan kimia yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi karena dapat digunakan sebagai bahan intermediat dari pembuatan obat-obatan seperti antiseptik dan analgesik (Supardani, dkk., 2006).Salah satu turunan dari asam salisilat adalah metil salisilat.

Metil salisilat adalah cairan kuning kemerahan dengan bau wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat sering digunakan sebagai bahanfarmasi, penyedap rasa pada makanan, minuman, gula-gula, pasta gigi, antiseptik,dan kosmetik serta parfum. Metil salisilat telah digunakan untuk pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada, dan rematik, juga sering digunakan sebagai obat gosok dan balsem (Supardani, dkk., 2006).Metil salisilat dapat diproduksi dari esterifikasi asam salisilat dengan metanol. Metil salisilat secara komersial sekarang disintesis, namun di masa lalu, iabiasanya disuling dari ranting dari Sweet Birch (Betula Lenta) dan Timur Teaberry (Gaultheria procumbens) (Anonim b, 2010).

Metil salisilat (minyak Wintergreen) adalah produk alami dari berbagai jenis tanaman. Beberapa tanaman yang menghasilkan itu disebut Wintergreen. Tanaman yang mengandung metil salisilat organik ini menghasilkan ester (kombinasi dari asam organik dengan alkohol ) kemungkinan besar sebagai anti- herbivora pertahanan.

Jika tanaman ini penuh dengan serangga herbivora, pelepasan metil salisilat dapat berfungsi sebagai bantuan dalam rekrutmen serangga bermanfaat membunuh serangga herbivora. Selain dari toksisitasnya, metil salisilat juga dapat digunakan oleh tanaman sebagai feromon untuk memperingatkan tanaman lainnya


Balsem merupakan salah satu bentuk sediaan obat yang banyak disukai oleh berbagai kalang masyarakat untuk meringankan nyeri, kaku otot akibat rematik, dan gangguan-gangguan lain. Saat ini balsem telah diproduksi dalam berbagai macam merek dengan komposisi yang beragam. Seiring dengan itu kebutuhan akan bahan baku balsem juga meningkat.

Metil salisilat merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan balsem. Selain dapat diperoleh dari alam, metal salisilat juga dapat dibuat secara sintetik dari reaksi asam salisilat dengan methanol menggunakan katalis asam sulfat pekat.


Metil salisilat yang diperoleh kemudian dibuat dalam bentuk balsem dengan komposisi zat berkhasiat yang sama dengan komposisi zat berkasiat salah satu balsem yang ada di pasaran saat ini
















Persiapan Kerja:
1.      Alat – alat yang digunakan:
·         RBF
·         Kondensor refluks
·         Batu didih
·         Corong Pisah
·         Corong Penyaring
·         Peralatan distilasi
2.      Bahan Yang digunakan:
·         Asam salisilat
·         Methanol Absolute
·         Asam Sulfat pekat
·         Karbon tetra khlorida
·         Larutan jenuh Nat-Bikarbonat
·         Magnesium Sulfat Anhydrous

3.      Cara Kerja:
·         28 gr (0,2 mol) asam salisilat dan 64 gr (81 ml; 2 mol) methanol kering serta 8 ml asam sulfat pekat dicampurkan ke dalam RBF. Kemudian di refluks selama 5 jam
·         Residu dituangkan didalam corong pemisah berisi 250 mL aquades dan cuci flask dengan sedikit aquades lalu tuangkan ke dalamnya
·         Bila batas antar ester dan air tidak jelas tambahkan 10-15 ml CCL4 dan kocok
·         Lapisan bawah diambil dan lapisan atas dibuang kemudian kembalikan lapisan bawah ke dalam corong pisah
·         Tambahkan larutan jenuh Na bikarbonat, kocok dengan seksama hingga tidak lagi terbentuk gelembung
·         Cuci sekali lagi dengan aquades kemudian kedalam labu konis yang berisi 5 gram MgSO4. Tutup labu kemudian kocok selama 5 menit dan diamkan selam 30 menit dan sekali-kali dikocok (lakukan pekerjaan ini 2 kali)
·         Saring dan tampug ke dalam labu bundar kemudian didistilasi pada 221-224 C.
·         Uji indeks Biasnya

Data pengamatan:
Bobot yang diperoleh 1,251 gram
Indeks Bias 1,54
Perhitungan:

Asam Salisilat   +    Methanol
Asam Salisilat     +      Air
M
0,2  mol
2       mol
-
-
B
0,2  mol`
0,2    mol
0,2  mol
0,2   mol
S
-
0,589 mol
0,2  mol
0,2   mol

Maka massa secara teoritis      = mol x Mr
                                                 = 0,2 mol x 152 gr/Mr
                                                 =30,4 gram
Present rendemen                    = massa praktek : massa teoritis x 100 %
                                                 = 1,251 gram : 30,4 gram x 100%
                                                = 4,11 %
           








Pembahasan
Metil salisilat merupakan salah satu jenis salisilat yang termasuk turunan asma karboksilat. Metil salisilat termasuk gologan ester. Dimana ester merupakan turunan asam Karboksilat yang dibuat dengan menggunakan katalis asam (HCl dan H2SO4). Proses ini dikenal dengan nama esterifikasi Fischer.
Karakteristik metil salisilat:
·         Sukar larut dalam air, larut dalam ethanol dan dalam asetat glasial
·         Merupakan cairan tidak berwarna
·         Titik didih: 219 C-224 C
·         Mempunyai bau khas, rasa manis dan pedas
·         Indeks bias 1,535 sampai 1,538

Pada pembuatan metil salisilat ini mula-mula dicampurkan 28 gr asam salisilat dengan 81 mL metanol ke dalam labu alas bulat. Asam salisilat ini larut dengan cepat karena pelarutnya menggunakan metanol.Penambahan asam sulfat pekat sebanyak 8 mL berfungsi sebagai katalis yang sifatnya asam dan hanya untuk mempercepat laju reaksi dengan menurunkan energi aktivasinya.

Penambahan asam sulfat ini dilakukan diawal atau terdahulu pada percobaanini bertujuan agar tidak terjadinya prematur, yaitu terbentuk metil salisilat sebelum waktu yang diinginkan.Refluks dilakukan selama + 5 jam.

Refluks ditujukan untuk mempercepat terjadinyareaksi dengan pemanasan tanpa mengurangi volume zat yang bereaksi, sebab pelarut yang menguap dapat terkondensasi dengan adanya kondensor tegak pada rangkaianrefluks.Setelah + 5 jam direfluks, terbentuklah metal salisilat yang diinginkan bercampir air.

Metil salisilat yang terbentuk dapat diketahui dari aroma segar (wintergreen) yang tercium, dan tampak cairan berwarna kekuningan telah terbentuk denganjumlah yang sangat sedikit dan tidak bercampur dengan cairan bening. Untuk memisahkan kedua fase yang tidak saling bercampur ini digunakan corong pisah, dan penambahan NaCO3 beberapa tetes ke dalam corong pisah berfungsi untuk menetralkankelebihan asam, sehingga diharapkan fase nonpolar terpisah dengan fase polar dari hasil penetralan ini.

Corong pisah dikocok kuat agar NaCO3 menjangkau seluruhluas permukaan campuran. Derajat keasamannya diukur dengan menggunakan kertas pH3Corong pisah yang berisi campuran antara fase polar (air + kelebihan asam + NaCO3) didiamkan + 5 menit, sehingga fase nonpolar (metil salisilat) yang lebih berat massa jenisnya di banding fase polar, berada pada lapisan bawah.

Massa jenis metal salisilat = 1,174 g/cm3. Keran corong pisah dibuka untuk mendapatkan fase nonpolar (metil salisilat). Metil salisilat yang diperoleh ½ bagian dari vial kecil. Kemudian larutan organik ini dikeringkan dari air dengan menambahkan agen pengering serbuk CaCl2 yang dapat mengikat air yang masih bercampur dengan metilsalisilat. Gelas kimia digoyang secara memutar agar proses pengeringan berlangsung dengan cepat.

Setelah terbentuk gumpalan putih yang menandakan air telah terikat bersama CaCl2, larutan didekantasi dan diambil filtratnya.Metil salisilat yang diperoleh dari hasil ekstraksi menggunakan corong pisah danpengeringan dari air belum 100 % murni. Oleh karena itu, dilakukan tahap pemurnian berikutnya yakni destilasi dengan menggunakan kondensor udara (tanpa mengalirkan air ke kondensor sebagai pendingin).

Harus digunakan kondensor udara sebab destilasi akan berlangsung pada suhu yangsangat tinggi, yakni lebih dari 100 oC. Berdasarkan referensi, metil salisilat sendiri memiliki titik didih antara 220 - 224 oC.

Pada percobaan ini, destilat barudapat yang menetes pada suhu 80oC, setelah beberapa menit, suhu turun dan tidak ada lagi cairan yang menetes dari adaptor.Destilat yang tertampung kemudian diukur indeks biasnya untuk mengetahui apakahsenyawa yang diperoleh merupakan metil salisilat. Berdasarkan referensi, indeksbias metil salisilat adalah 1,53-1,58 pada suhu 38oC. Pada percobaan ini diperoleh indeks bias metil salisilat yakni 1,53 pada suhu 36 oC. Rendamen yang dihasilkan adalah sebesar 4,11%

 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat berdasarkan data hasil pengamatan dan pembahasan, diantaranya yaitu :
1.    Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat sebagai katalis, berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi.
2.    Reaksi ini adalah reaksi yang bersifat reversible maka untuk mendapatkan hasil yang banyak dapat dilakukan dengan cara menambahkan pereaksi.
3.    Rendemen yang dihasilkan sebesar 4,11 %.
4.  Indeks Bias yang dihasilkan 1,54

Saran:
ü  Lebih hati-hati dalam penambahan setiap larutan
ü  Menjaga suhu tetap stabil tidak melebihin sehingga tidak gosong
ü  Lakukan sesuai jobsheet yang ada



Daftar Pustaka
Fessenden Ralp J & Fessenden Joan S. 1982. Kimia Organik : Edisi Ketiga. Jakarta. Erlangga
Anonim. (2010). Reaksi Esterifikasi. [Online]. Tersedia :
Anonim. (2008). Kimia. [Online]. Tersedia :
Ruddy. (2009). Sintesis Metil Salisilat. [Online]. Tersedia :
Scribd. (2010). Sintesis Metil Salisilat. [Online]. Tersedia :

No comments:

Post a Comment