A. Tujuan Percobaan
Membuat asam benzoat dan benzilalkohol dari benzaldehida melalui reaksi Cannizzaro.
B. Dasar Teori
Asam
benzoat merupakan senyawa organic berwujud padat, berwarna putih,
berbau menyengat dengan titik leleh 122,4 0C, dan mempunyai bentuk
kristal monoklin. Dalam kehidupan sehari-hari berfungsi sebagai bahan
pengawet makanan dan bahan obat-obatan. Benzilalkohol merupakan senyawa
organic berwujud cair, tak berwarna bertitik didih 205,30C dengan indeks
bias 1,5395. Asam benzoat dan benzilalkohol dapat dibuat sekaligus dari
benzaldehida yang direaksikan dengan basa kuat (reaksi Cannizzaro).
Pada aldehida tanpa hydrogen yang direaksikan dengan basa kuat dapat
terjadi disproporsionasi, yaitu separuh senyawa aldehida tereduksi
menghasilkan alcohol, sedangkan separuh lagi teroksidasi menjadi asam
karboksilat. Reaksi itulah yang disebut reaksi Cannizzaro. Untuk senyawa
aldehida yang memiliki hydrogen bila ditambahkan basa dan dipanaskan
akan terjadi reaksi kondensasi aldol.
C. Alat dan Bahan
Alat
Bahan
Labu Dasar datar 250 ml
Labu erlemeyer 250 ml
Corong Pisah 250 ml
Pendingin liebig
Labu destilasi
Termometer 3000C
Gelas kimia 400 ml
KOH 27 gr
Benzaldehida 29 ml
Eter 120 ml
Larutan Na2SO4 jenuh 20 ml
HCl pekat 75 ml
E. Hasil Pengamatan
Pada saat melakukan ekstraksi terbentuk dua lapisan yakni lapisan eter berada diatas dan lapisan benzaldehida dibawah
Pada pembuatan benzilalkohol terakhir kita mendapatkan larutan benzilalkohol yang berwarna merah bata.
Pada pembuatan asam benzoat tidak mendapatkan endapan.
F. Pembahasan
Asam
benzoat adalah senyawa organic berwujud padat, berwarna putih, berbau
menyengat dengan titik leleh 122,40C serta mempunyai bentuk kristal
monoklin. Dimana asam benzoat tersebut merupakan asam monokarboksilat
aromatik (Ar COOH) yang diturunkan dari benzena dengan rumus struktur
COOH.
Sedangkan benzilakohol adalah senyawa organic yang
berwujud cair, tak berwarna, dan bertitik didih 205,3 0C, dengan indeks
bias 1,5396. Asam benzoat dan benzilalkohl dapat dibuat sekaligus dari
benzaldehida yang direaksikan dengan basa kuat (reaksi Cannizarro). Kita
ketahui bersama bahwa reaksi Cannizarro merupakan reaksi dimana
aldehida-aldehida yang tidak mempunyai H , jika bereaksi dengan basa
kuat mengalami oksida dan reduksi serentak atau disproporsionasi yaitu
separuh senyawa aldehida tereduksi menghasilkan alcohol dan separuh lagi
teroksidasi menjadi asam karboksilat. Sebagaimana diketahui, oksidasi
suatu aldehida menghasilkan suatu asam karboksilat dan hasil reduksinya
suatu alcohol primer.
Karena reaksi dalam lingkungan basa kuat,
maka asam karboksilat yang terbentuk langsung bereaksi dengan basa kuat
sehingga terjadi garam.
Sedangkan kondensasi aldol dalam hal ini
adalah suatu reaksi penyatuan atom-atom dalam suatu molekul atau dalam
molekul-molekul yang berbeda dan membentuk senyawa baru yang lebih
kompleks. Pada umumnya dalam reaksi kondensasi terjadi pembebasan air,
alcohol, atau senyawa lain yang stabil.
Reaksi kondensasi aldol
terjadi pada aldehida-aldehida yang mempunyai atom H , yaitu atom H
yang diikat oleh atom C yang berikatan langsung dengan gugus karbonil,
bila direaksikan dengan alkali encer. Dapat dikatakan juga kondensasi
aldol merupakan senyawa aldehida yang memiliki hydrogen bila
ditambahkan basa dan dipanaskan.
Pada percobaan ini, dimana dalam
labu erlemeyer 250 ml kita larutkan didalamnya 27 gr larutan KOH padat
dengan 20 ml air. Selanjutnya larutan ini kita pindahkan atau dituangkan
kedalam labu dasar datar yang berisi 30 ml benzaldehida yang baru
didestilasi. Kemudian larutan ini dikocok sampai terjadi emulsi, lalu
ditutup rapat-rapat. Dalam hal ini tidak boleh menggunakan penutup
gelas, sebab dikhawatirkan ada gas atau uap yang akan keluar sehingganya
digunakan aluminium foil agar tertutup rapat. Setelah itu didiamkan
selama 4 jam, tetapi untuk menghasilkan hasil percobaan yang lebih baik
maka praktikan memilih mendiamkannya selama satu malam. Setelah
didiamkan semalam, larutan diatas yang berwarna putih susu (kekuning -
kuningan) berubah yang tadinya cair menjadi padat. Padatan inilah yang
disebut kalium benzoat. Kemudian kalium benzoat ini dilarutkan dengan
cara menambahkan 100 ml air dengan hasil reaksi :
Kemudian larutan
kalium benzoat dipindahkan kedalam corong pisah. Setelah itu labu dasar
bulat yang tadi dibilas dengan 20 ml eter dan dituangkan atau
ditambahkan pada kalium benzoat yang berada pada corong pisah. Larutan
ini selanjutnya diekstraksi sebanyak tiga kali dengan menggunakan 25 ml
eter. Pada ekstraksi ini dilakukan pengocokan yang sempurna kemudian
didiamkan sebentar untuk menghasilkan dua lapisan pada larutan tersebut.
Setelah terbentuk dua lapisan, maka larutan itu diamati dan dianalisa
ternyata larutan yang diatas adalah eter dan di bawah adalah
benzaldehida. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan berat jenis,
dimana benzaldehida lebih berat masa jenisnya dibandingkan dengan
lapisan eter. Kemudian kedua lapisan itu dipisahkan. Selanjutnya larutan
eter yang sudah dipisahkan tadi ditambahkan dengan larutan Na2(SO3)2.
Penambahan larutan natrium bisulfit pada eter yakni untuk menghilangkan
sisa benzaldehida yang masih ada pada eter. Kemudian pada larutan eter
tadi ditambahkan lagi dengan larutan NaOH encer, penambahan NaOH ini
berfungsi untuk penetralisasian larutan.
Pada asam karboksilat dapat
diidentifikasi dengan menggunakan reaksi-reaksi dengan basa, reduksi,
esterifikasi. Contoh reaksi dengan basa yakni
Dimana semua
asam karboksilat, baik yang larut maupun yang tidak larut dalam air
dapat bereaksi dengan NaOH, KOH, serta basa kuat yang lain dan
menghasilkan garam yang larut dalam air.
Selanjutnya setelah
penambahan NaOH larutan tersebut dicuci dengan menggunakan air, caranya
larutan diatas dimasukkan kedalam corong pisah lalu ditambahkan dengan
air, kemudian dipisahkan larutan dengan menggunakan larutan Na2SO4.
Penggunaan larutan Na2SO4 ini untuk mengikat air agar terpisah dengan
eter. Kemudian mendestilasikannya dengan memakai penangas air. Hal ini
dilakukan untuk memisahkan eter yang masih ada, lalu didinginkan untuk
mendapatkan benzilalkohol.
Untuk memperoleh asam benzoat, kita
masukkan 75 ml HCl pekat pada gelas kimia 400 ml dan ditambahkan dengan
75 ml air. Fungsi HCl diatas yaitu agar terjadi reaksi kondensasi aldol
dan membentuk endapan. Kemudian ditambahkan es sedikit demi sedikit
sambil diaduk. Fungsi penambahan es ini agar supaya tidak terjadi
kontaminasi dengan lingkungan sehingga reaksi yang terjadi adalah reaksi
endoterem.
H2O + HCl H3O+ + Cl-
Kesimpulan
a.Asam benzoat merupakan asam monokarboksilat aromatik (Ar COOH) yang diturunkan dari benzena.
b.Sedangkan
benzilalkohol merupakan senyawa organic yang berwujud cair, tidak
berwarna, dan bertitik didih 205,30 C dengan indeks bias 1,5396.
c.Reaksi
Cannizarro merupakan reaksi dimana aldehida-aldehida yang tidak
mempunyai atom H , jika bereaksi dengan basa kuat mengalami oksida dan
reduksi serentak atau disproposionasi.
d.Kondensasi aldol adalah
reaksi penyatuan atom-atom dalam satu molekul atau dalam molekul-molekul
yang berbeda dan membentuk senyawa baru yang lebih kompleks.
Daftar Pustaka
Fessenden & Fessenden. 1994, Kimia Organik. Edisi ke 3 Jilid I.
Muderawan, I.W. Reaksi Organik dan Mekanisme Reaksi Organik.
Pudjaatmaka A.H & Qodratillah M.T. 2002, Kamus Kimia. Balai Pustaka. Jakarta.
Riawan. 1990, Kimia Organik. Edisi 1. Binapura Aksara. Jakarta.
No comments:
Post a Comment